Multigroup Structural Equation Modeling: Bagian 5️⃣
2026-04-09
SEM adalah full model menggabungkan model pengukuran dengan model jalur/struktural
Ada beberapa pendekatan dalam SEM
Strictly confirmatory untuk menguji apakah variance-covariance matrix yang dihipotesiskan (implied) sama dengan/didukung oleh data (observed variance-covariance matrix)
Alternative model membuat model alternatif dari dataset yang sama, sehingga kemungkinan struktur datanya berjenjang (nested) multigroup CFA/SEM
Model generating dilakukan ketika peneliti sudah punya hipotesis model, namun melakukan modifikasi untuk meningkatkan fit statistics specification search
Spesifikasi model
Identifikasi model
Estimasi model
Menguji model
Memodifikasi model

Peneliti menyusun model pengukuran dan model jalur dengan menggambar diagram jalur path diagram
Dalam SEM, justifikasi teori adalah suatu yang tidak bisa ditawar-tawar karena tanpa basis teori yang kuat, model testing akan selalu memberikan hasil yang mengecewakan (poor fit)
Sebelum melakukan SEM, peneliti sangat disarankan melakukan preliminary study, atau setidaknya systematic review yang dapat membantu peneliti menyusun hipotesis model yang baik
Model dapat diidentifikasi apabila degree of freedom (df) ≥ 0
Apabila df = 0, maka model tsb adalah saturated model atau just-identified model
Apabila df bernilai negatif, maka model tsb under-identified karena jumlah parameter jalur yang harus diestimasi lebih banyak daripada jumlah parameter di variance-covariance matrix
Model yang dapat diidentifikasi adalah over-identified model dimana jumlah parameter variance-covariance matrix lebih banyak daripada jumlah parameter jalur yang diestimasi (sehingga df ≥ 1)
Degree of freedom dihitung dengan mengurangi jumlah nilai unik (non-redundant information) dalam variance-covariance matrix dengan jumlah parameter jalur yang hendak diestimasi

Pada model ini jumlah nilai unik (non-redundant information) dalam variance-covariance matrix = 5(5+1)/2 = 15
Sedangkan jumlah parameter jalur yang akan diestimasi adalah 11 (5 factor loading, 6 error variance), sehingga
df = 15-11 = 4 🥇
Model dapat diidentifikasi karena memenuhi syarat (over-identified)

Pada model ini jumlah nilai unik (non-redundant information) dalam variance-covariance matrix = 3(3+1)/2 = 6
Sedangkan jumlah parameter jalur yang akan diestimasi adalah 7 (3 factor loading, 4 error variance), sehingga
df = 6-7 = -1 😢
Model tidak dapat diidentifikasi karena tidak memenuhi syarat (under-identified)

Pada model ini jumlah nilai unik (non-redundant information) dalam variance-covariance matrix = 2(2+1)/2 = 3
Sedangkan jumlah parameter jalur yang akan diestimasi adalah 3 (3 factor loading, 3 error variance), sehingga
df = 6-6 = 0 😢
Model tidak dapat diidentifikasi karena tidak ada ruang tersisa untuk melakukan estimasi (just-identified/saturated model)
Untuk satu faktor/variabel laten, kita perlu sedikitnya 4 variabel indikator karena apabila ≤3, maka model akan just-identified atau under-identified
Tapi meskipun kita punya 4 variabel indikator untuk 1 variabel laten, kita masih mungkin memiliki model yang just-identified, ketika errornya berkorelasi
Apakah bisa 1 variabel laten diukur oleh 1 observed variable?
Masih bisa diestimasi dengan asumsi

Pilih metode estimasi yang paling cocok dengan karakteristik data (ML, ULS, GLS, WLS, DWLS atau robust DWLS)
Metode estimasi ini yang akan menghitung standard error, apabila metode estimasi yang dipilih tidak tepat dan tidak sesuai dengan kompatibilitas datanya, maka estimasi standard error menjadi bias model memberikan informasi yang menyesatkan
Chi-square sebagai global fit measure. Chi-square menguji perbedaan antara model-implied dengan sample covariance matrix. Apabila p-value dari Chi-square ≥ α (dengan α=0.05), maka tidak ada perbedaan antara keduanya data mendukung model
p-value dari factor loading untuk setiap variabel dalam model.
Besar dan arah factor loading. Besar factor loading memberikan informasi mengenai magnitude dan kontribusi variabel tersebut dalam menjelaskan variabel lainnya. Sedangkan arah factor loading (positif/negatif) memberikan informasi mengenai arah hubungan
Dihitung dengan cara membandingkan saturated model dengan model tanpa jalur sama sekali (baseline, null, atau independent model)
Selain X2, kita bisa menggunakan alternative fit indices yang terdiri dari

Comparative Fit Index mendekati 1 = closer fit
Normed Fit Index mendekati 1 = better fit
Parsimonious Normed Fit Index NFI yang mempertimbangkan parsimony model, mendekati 1 = better fit
Incremental Fit Index/Bollen’s Nonnormed Fit Index mendekati 1 = better fit
Tucker Lewis Index/Bentler-Bonnet Non-Normed Fit Index mendekati 1 = better fit
Indeks ini secara khusus memberikan pinalti pada kompleksitas model
Indeks-indeksnya meliputi
Yang paling sering digunakan adalah…
Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) Model close fit ketika nilainya 0.05 - 0.08
Indeks ini dihitung tanpa melakukan perbandingan dengan baseline
Meliputi
Parameter jalur bisa ditolak meskipun hasil omnibus test memuaskan, sehingga menginterpretasi koefisien jalur adalah proses yang juga harus dilakukan.
Berikut ini adalah beberapa prosedur yang direkomendasikan:
Lihat tanda factor loading, apakah arahnya sudah benar (negatif/positif)
Lihat standardised parameter estimates untuk tahu apakah ada factor loading yang nilainya diatas kewajaran
Lihat p-value untuk mempertimbangkan menolak H0
Lakukan pengujian measurement invariance dengan mengasumsikan beberapa factor loading sama di berbagai kelompok yang berbeda
Apabila error variance mendekati nol, hal tsb lebih mungkin disebabkan oleh adanya outlier, kurangnya jumlah sampel, atau kurangnya jumlah indikator
semToolsHasil penelitian
Data diagnostics % data missing, distribusi data missing di semua variabel
Missingness apabila ada data missing, maka peneliti harus menganalisis apakah data missingnya MCAR, MAR atau MNAR, kemudian bagaimana cara peneliti menangani data missing
Distribusi data data normal/non-normal? Laporkan multivariate normality (Mardia’s coefficient)
Data summary summary statistics yang bisa digunakan orang lain untuk melakukan replikasi, bisa variance-covariance atau correlation matrix
Spesifikasi model
Jelaskan apakah model strictly confirmatory, comparison, atau model generation
Buat diagram jalur. Bedakan antara variabel constrained, fixed/free, observed dan latent variables
Kalau model yang diuji adalah bagian dari model yang lebih besar, jelaskan rasionalisasinya
Kalau ada residual correlation pada error, interaction effect atau nonindependence, jelaskan rasionalisasinya
Kalau membandingkan model, jelaskan parameter yang akan digunakan untuk membandingkan
Jelaskan software dan versi yang digunakan, dan jelaskan metode estimasi yang digunakan
Jelaskan default criteria di software yang digunakan
Laporkan omnibus (global) fit statisticsnya dan diinterpretasikan artinya.
Laporkan local fit dan indicator estimates (factor loading)
Kalau membandingkan antara dua model, jelaskan parameter yang digunakan
Mari kita lihat contoh penggunaan SEM
Unduh Dataset Latihan SEM
Unduh Kamus Data disini
Silahkan buat hipotesisnya, lalu spesifikasi model SEM dari variabel yang tersedia di dataset. Satu model sedikitnya mengandung 2 variabel laten.
Note