Menggunakan jamovi (Module GAMLj)
2026-04-16
lme)lmelme dengan prediktor level 1 (random coefficients model)
lme dalam manuskripDi sesi sebelumnya, kita telah melakukan analisis regresi OLS dengan dataset-sekolah.omv
Coba kita lakukan inspeksi visual sekali lagi pada dataset yang sama
Buat scatterplot dimana mandiri menjadi Y-Axis, sedangkan neu, hi, trust sebagai X-Axis
Kemudian masukkan idsekolah pada kolom Group
Apa yang terjadi?

Intercept neuroticism dan pendapatan keluarga ternyata menunjukkan korelasi negatif dengan tingkat kemandirian, dengan intercept dan kemiringan (slopes) yang bervariasi di setiap sekolah.
Selain itu, meskipun trust menunjukkan korelasi positif di semua sekolah, tetapi intercept dan slope nya juga bervariasi di setiap sekolah
Padahal, berdasarkan analisis yang kita lakukan di sesi sebelumnya, disimpulkan bahwa neuroticism ibu dan kemandirian anak korelasinya positif (lihat output di samping).
Fenomena ini dikenal sebagai Simpson’s paradox





Nilainya positif, maka semakin tinggi intercept akan diasosiasikan dengan kemiringan garis yang lebih curam/slopes yang lebih besar
Misalnya, di sekolah yang rata-rata pendapatan keluarga inti perbulan siswanya tinggi, maka korelasi antara pendapatan per bulan dengan tingkat kemandirian siswa akan menguat.
Nilainya negatif, maka semakin tinggi intercept akan diasosiasikan dengan kemiringan garis yang lebih landai/slopes yang lebih kecil
Misalnya, di sekolah yang rata-rata pendapatan keluarga inti perbulan siswanya tinggi, maka korelasi antara pendapatan per bulan dengan tingkat kemandirian siswa akan melemah.
lmeFixed intercept (c00)
Fixed slopes (c10)
Varians random intercept (σ2U0)
Varians random slopes (σ2U1)
Kovarians antara random intercept dan random slopes (σU0U1)
Varians residual level-1 (σ2e)
Pastikan module GAMLj sudah terpasang di jamovi
Setelah menginspeksi data secara visual, kita tidak bisa mempertahankan kesimpulan bahwa tingkat pendapatan dan tingkat kemandirian anak berkorelasi positif. Kita akan membuat linear mixed model dengan tingkat pendapatan sebagai prediktor, dan tingkat kemandirian anak sebagai variabel dependen.
Yaitu model yang isinya hanya intercept saja, tidak ada prediktornya (slopes)
Pada menu bar, klik Linear Models, pilih mixed models
Pada menu model comparison centang more fit indices
Catat nilai AIC yang tersedia dalam tabel additional indices
Di sesi sebelumnya, sudah dijelaskan tentang fungsi AIC dan BIC
Masukkan hi dalam kolom covariates
Pada menu random effects, masukkan juga hi|idsekolah, karena kita akan mengestimasi random slopes-nya juga
Pada menu covariates scaling, ubah centered menjadi centered clusterwise


| Varians Random Intercept |
Varians Random Slope |
Interpretasi |
|---|---|---|
| Besar | Kecil | Kelompok berbeda secara substansial dalam rata-rata outcome, tetapi hubungan antara prediktor dan outcome relatif seragam di semua kelompok |
| Kecil | Besar | Kelompok memiliki rata-rata outcome yang serupa, tetapi kekuatan (dan/atau arah) hubungan antara prediktor dan outcome sangat bervariasi antar kelompok |
| Varians Random Intercept |
Varians Random Slope |
Interpretasi |
|---|---|---|
| Besar | Besar | Kelompok berbeda baik dalam rata-rata outcome maupun dalam hubungan prediktor–outcome — periksa kovarians intercept-slope (σU0U1) untuk melihat apakah kelompok dengan rata-rata tinggi juga memiliki slope yang lebih besar atau lebih kecil |
| Kecil | Kecil | Sedikit variasi antar kelompok — struktur multilevel mungkin tidak diperlukan, pertimbangkan model regresi OLS |
Intra-class correlation, yaitu merupakan proporsi total varians variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variasi antar kelompok
Likelihood ratio test (LRT), yaitu teknik untuk menguji ada/tidaknya perbedaan varians antar-kelompok
LRT dan ICC juga bisa berfungsi sebagai indikator perlu/tidaknya lme dilakukan


ICC = 0.622, artinya 62.2% varians tingkat kemandirian siswa dijelaskan oleh perbedaan sekolah.
ICC di atas 0.1 biasanya menunjukkan lme adalah opsi yang lebih baik daripada OLS.
LRT menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara varians tingkat kemandirian antar-sekolah (LRT(2)=74.0, p<.001), tetapi…
…struktur multilevel tetap dipertahankan mengingat besarnya ICC yang mengindikasikan ketidakindependenan observasi dalam sekolah yang sama.
LRT bisa jadi tidak signifikan karena power rendah akibat kita hanya punya sedikit kelompok (< 5 sekolah) dalam dataset


Korelasi antara random slopes dan random intercept (σU0U1) nilainya negatif.
Artinya, sekolah yang siswanya rata-rata lebih mandiri, korelasi negatif pendapatan keluarga terhadap kemandirian lebih kuat (pendapatan tinggi, kemandirian justru makin turun drastis)
Jadi pendapatan keluarga justru lebih “menonjol” sebagai penjelas variasi kemandirian yang tersisa di sekolah dengan rata-rata kemandirian yang tinggi. Efek negatifnya lebih kuat.
Apakah artinya lingkungan sekolah tidak berdampak pada kemandirian anak?


AIC
LRT test signifikan pada null model (atas) tetapi menjadi nonsignifikan pada model dengan prediktor (bawah)
Artinya, mempertahankan struktur bersarang memang pilihan tepat dan menguatkan dugaan sebelumnya bahwa LRT test yang tidak signifikan karena under-powered

R2 (Nakagawa & Schielzeth, 2012)
Marginal: proporsi varians variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh fixed models saja
Conditional: proporsi varians variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh fixed dan random models sekaligus
Varians yang dapat dijelaskan oleh fixed model saja hanya 6.4%, sedangkan oleh keseluruhan model adalah 64.6%.




Untuk menghitung contextual effect, kita harus melakukan partitioning terlebih dahulu
Umumnya yang dipartisi/centering adalah variabel X, bukan Y
Prosedurnya menggunakan (Mundlak’s approach):
Group-mean centering
Masukkan skor variabel X yang sudah di centering dan rerata masing-masing kelompok ke dalam model
Contextual effect = Between-group effect - Within-group effect
Lakukan lme dengan memasukkan hi_group_centered dan hi_gm dalam satu model yang sama
Masukkan kedua variabel tersebut dalam fixed coefficients
Masukkan intercept (Intercept|idsekolah) dan hi_group_centered ke kotak random coefficients, kemudian pada menu effect correlation pilih not correlated
Pada menu covariates scaling, set keduanya pada none (karena variabel sudah di group-mean centered secara manual)
Lihat fixed slopes-nya untuk kedua prediktor
Warning
Jangan masukkan hi_gm ke random coefficient karena ini adalah rerata kelompok, sehingga nilainya sama untuk semua individu di kelompok yang sama.



Untuk menguji hipotesis bahwa ada perbedaan rerata tingkat kemandirian anak, dan korelasi antara pendapatan keluarga dengan tingkat kemandirian anak di masing-masing sekolah, peneliti melakukan analisis linear mixed effect. Tingkat kemandirian anak dijelaskan sebagai fungsi dari tingkat pendapatan keluarga, dengan mengontrol asal sekolah (PAUD) anak. Sebelum melakukan analisis, tingkat pendapatan keluarga dipartisi dengan cara menguranginya dengan rata-rata tingkat pendapatan keluarga di masing-masing sekolah (group-mean/cluster-based centering). Pengujian model menghasilkan kesimpulan bahwa model tepat menggambarkan data (F(1, 3) = 93, p = .002), sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan keluarga dan kemandirian anak, berkaitan secara berarti.
Model fixed effects menunjukkan bahwa ada bukti bahwa perbedaan tingkat pendapatan keluarga di dalam sekolah yang sama berhubungan dengan perbedaan tingkat kemandirian (within-group effect: B = -0.621 95% CI [-0.786, -0.456], SE = 0.084, t = -7.386, p = .004). Artinya, di dalam sekolah yang sama, siswa dengan tingkat pendapatan keluarga yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kemandirian yang lebih rendah. Selain itu, ada bukti bahwa sekolah dengan rata-rata tingkat pendapatan keluarga yang lebih tinggi cenderung memiliki rata-rata tingkat kemandirian yang lebih tinggi (between-group effect: B = 0.732 95% CI [0.583, 0.881], SE = 0.075, t = 0.084, p = .002). Model random effects menunjukkan bahwa ada perbedaan varians tingkat kemandirian antar-kelompok (LRT(1) = 8.188, p = .004) yang signifikan antar sekolah. Contextual effects ditemukan sebesar 1.535, yang menunjukkan bahwa ada pengaruh tambahan dari konteks sekolah yang cukup substansial terhadap tingkat kemandirian siswa, di luar pengaruh pendapatan keluarga siswa itu sendiri.”
Lakukan analisis lme untuk mengetahui:
Apakah varians tingkat kemandirian anak dapat dijelaskan oleh sekolah tempat anak tersebut belajar?
Apakah varians korelasi antara kecenderungan neuroticism ibu dengan kemandirian anak juga dapat dijelaskan oleh sekolah tempat anak tersebut belajar?
Seberapa besar perbedaan tingkat kemandirian dua orang anak yang berada di sekolah yang berbeda, yang ibunya sama-sama pencemas, apabila rata-rata neuroticism wali murid di dua sekolah tersebut berbeda sebesar 1 poin?
Kalau korelasi antara X dan Y tidak linear, pakai apa dong?
lme. Alternatifnya, bisa menggunakan generalized additive model (GAM).Kalau prediktornya level-2, bagaimana?
Bagaimana cara merencanakan jumlah sampelnya?
Bagaimana kalau sampelnya bersarang/berjenjang level-3, bahkan lebih?
Bagaimana kalo terjadi interaksi antara variabel prediktor level-1 dengan level-2 (cross-level interactions)?
Bayangkan kita mengukur tingkat kecemasan menteri pada:
Kecemasan Menteri Purbaya di T1 dan T2 sangat mungkin berkorelasi, karena Purbaya yang sama yang diukur dua kali pada dua titik waktu (time points atau beep dalam literatur experience sampling).
Ketika ini terjadi, maka model melanggar asumsi independensi residual (untuk level-2) dari lme biasa.
Oleh karena itu, dalam desain eksperimen within-subject, penelitian longitudinal, dan experience sampling, peneliti harus mempertimbangkan struktur korelasi residual antarwaktu pengukuran.
Lanjutkan dengan belajar mandiri: lme untuk pengukuran berulang dan experience sampling.
Note