Penyusunan Skala Psikologi
2026-08-25
Uraian spesifikasi konstruk dari Pertemuan 9: definisi, batas, estimand, dimensi, aspek, dan indikator.
Hari ini indikator itu berubah menjadi item, dan item disusun menjadi kuesioner.
Perhatikan
Kalau kelompok Anda belum punya uraian spesifikasi konstruk, kerjakan itu lebih dulu hari ini. Menulis item tanpa definisi konstruk membuat Anda kerja dua kali.
Kisi-kisi menghubungkan aspek konstruk dengan jumlah item yang akan mewakilinya.
Fungsinya menjaga agar cakupan isi item sesuai dengan definisi Anda, bukan mengikuti aspek mana yang paling mudah ditulis itemnya.
Note
Tanpa kisi-kisi, hampir selalu terjadi hal yang sama: aspek yang paling gampang dibayangkan mendapat sepuluh item, sementara aspek yang sulit hanya kebagian dua.
Konstruk: kecemasan sosial pada mahasiswa S1.
| Aspek | Bobot | Indikator | Item ditulis | Target akhir |
|---|---|---|---|---|
| Ketakutan akan penilaian negatif | 40% | 3 | 12 | 6 |
| Penghindaran situasi sosial | 35% | 3 | 10 | 5 |
| Gejala fisiologis | 25% | 2 | 8 | 4 |
| Total | 100% | 8 | 30 | 15 |
Bobot ditentukan oleh definisi konstruk Anda.
Perhatikan dua kolom terakhir: Anda menulis jauh lebih banyak daripada yang akan dipakai.
Sebagian item akan gugur di review ahli (Pertemuan 11), sebagian lagi gugur di analisis item (Pertemuan 13).
Kalau Anda hanya menulis 15 item untuk target 15, Anda tidak punya ruang untuk membuang apa pun.
Patokan yang umum: tulislah dua sampai tiga kali jumlah item yang Anda targetkan.
Jumlah item akhir
Ingat dari Pertemuan 6: reliabilitas ditentukan oleh jumlah item dan rata-rata korelasi antar-item. Untuk skala dengan rata-rata korelasi sedang, 10–20 item biasanya memadai.
Menambah item terus-menerus membuat performa skala menjadi semakin jelek, dan menambah beban responden.
Ingat pembahasan tingkat kesulitan item di Pertemuan 3: item sebaiknya tersebar di sepanjang rentang konstruk.
Untuk tiap aspek, tulis sebagian item yang mudah disetujui (menandakan tingkat rendah) dan sebagian yang sulit disetujui (menandakan tingkat tinggi).
Kalau semua item Anda menggambarkan tingkat yang ekstrim, responden dengan tingkat sedang tidak akan bisa dibedakan satu sama lain.
Tips
Ini juga yang mencegah ceiling effect dan floor effect yang akan langsung terlihat pada sebaran skor di Pertemuan 13.
Item ganda (double-barrelled) memuat dua gagasan sekaligus, sehingga responden yang setuju pada satu bagian saja tidak punya jawaban yang benar.
Kata “dan”, “karena”, serta “kalau” sering menjadi penanda item ganda.
| Bermasalah | Perbaikannya |
|---|---|
| “Saya gugup dan berkeringat saat presentasi.” | Pisahkan menjadi dua item. |
| “Saya menghindari acara kampus karena takut dinilai.” | “Saya menghindari acara kampus.” + item terpisah tentang alasannya. |
Item yang panjang memaksa responden mengingat awal kalimat saat membaca bagian akhirnya.
Hindari negasi ganda. “Saya tidak keberatan kalau tidak diajak berdiskusi” sulit diproses siapa pun.
Hindari kata ganti yang tidak jelas rujukannya, dan keterangan yang salah tempat.
Note
DeVellis menyarankan tingkat keterbacaan setara kelas 5–7 untuk instrumen yang dipakai pada masyarakat umum. Untuk responden mahasiswa, Anda punya sedikit kelonggaran, tetapi kalimat pendek tetap lebih baik.
Ingat Pertemuan 2: Nisbett & Wilson menunjukkan bahwa orang sering tidak punya akses pada alasan sebenarnya di balik perilakunya.
Item yang menanyakan apa yang terjadi umumnya lebih dapat diandalkan daripada item yang menanyakan mengapa.
| Bermasalah | Perbaikannya |
|---|---|
| “Saya cemas karena takut dinilai orang lain.” | “Saya khawatir orang lain menilai saya negatif.” |
| “Saya introvert, jadi saya menghindari keramaian.” | “Saya menghindari pesta yang ramai.” |
Kalimat estimand Anda di Pertemuan 9 sudah menyebutkan kurun waktunya. Kurun itu harus muncul di itemnya.
“Dalam sebulan terakhir, saya …” mengukur hal yang berbeda dari “Saya biasanya …”.
Pastikan kurun waktunya sama untuk semua item dalam satu skala.
Penting diingat
Mencampur item berkurun waktu berbeda dalam satu skala menambah sumber variasi yang tidak Anda maksud, dan biasanya muncul sebagai faktor tambahan pada analisis di Pertemuan 13.
Dari Pertemuan 4: untuk format Likert, pernyataan sebaiknya cukup kuat, tetapi tidak ekstrem, karena derajatnya sudah diwakili opsi respons.
Kalimat yang terlalu lunak akan disetujui hampir semua orang, dan item itu berhenti membedakan siapa pun.
Kalimat yang terlalu ekstrem akan ditolak hampir semua orang, dengan akibat yang sama.
Kata seperti “wajar”, “seharusnya”, “berlebihan”, atau “gagal” mengarahkan jawaban.
Item juga sebaiknya tidak membuat responden merasa dihakimi, terutama untuk konstruk yang rawan social desirability (Pertemuan 2).
| Bermasalah | Perbaikannya |
|---|---|
| “Saya berlebihan dalam mencemaskan pendapat orang.” | “Saya sering memikirkan pendapat orang lain tentang saya.” |
| “Saya gagal mengendalikan rasa cemas saya.” | “Saya sulit menenangkan diri ketika cemas.” |
Gagasannya berasal dari Likert (1932) sendiri: untuk menekan kecenderungan responden menyetujui apa saja, separuh item dibuat searah dan separuh berlawanan arah.
Kalau responden hanya mengiyakan, polanya akan terlihat: ia menyetujui item yang searah dan yang berlawanan sekaligus.
Note
Sampai di sini gagasannya masuk akal. Tetapi, persoalannya muncul pada pelaksanaannya.
Skala yang seluruh itemnya searah menghasilkan jawaban yang lebih akurat dibandingkan skala campuran.
Skor pada item searah dan item terbalik tidak simetris: sangat tidak setuju pada pernyataan positif tidak sama dengan sangat setuju pada pernyataan negatifnya.
Item terbalik sering membentuk faktornya sendiri pada analisis faktor. Yang muncul di situ adalah cara penulisannya, bukan konstruknya.
Performa responden menurun sekitar 12 menit setelah mulai mengisi.
Setelah itu, banyak yang tidak lagi menyadari adanya kata “tidak” di dalam item, bahkan ketika kata itu ditebalkan atau digarisbawahi.
Kalau tetap dipakai
“Saya merasa cemas saat presentasi” dan “Saya tidak merasa cemas saat presentasi” bukan dua ujung dari satu kontinum.
Tidak merasa cemas bukan berarti merasa tenang. Ada banyak keadaan di antaranya.
Kalau ingin item berlawanan arah, baliklah isinya, bukan tata bahasanya: “Saya merasa tenang saat presentasi.”
Untuk konstruk tertentu, item searah justru lebih tepat
Untuk konstruk yang sifatnya memang negatif — kecemasan, depresi — kalimat bernada negatif adalah bentuk yang terbaik. Memaksakan item unfavorable di sini justru membuat kalimatnya berbelit.
Dari Pertemuan 4, tetapkan sekarang untuk seluruh skala:
Soal pilihan tengah
Chyung dkk. (2017) menyarankan pertanyaannya diubah: bukan “perlu titik tengah atau tidak”, melainkan “kapan titik tengah itu diperlukan”. Titik tengah tepat kalau ia benar-benar meaningful secara teoretis.
Kalau yang Anda antisipasi adalah ketidaktahuan, sediakan pilihan terpisah seperti “tidak tahu”, jangan dicampur dengan titik tengah.
Pakai satu format respons untuk seluruh item dalam satu skala. Berganti format di tengah menambah beban dan menyulitkan penjumlahan skor.
Susun pilihan responsnya dalam urutan menaik, dari yang paling rendah ke paling tinggi.
Pastikan arahnya konsisten dari awal sampai akhir kuesioner.
Judul — mencerminkan isi, singkat, dan tidak membuat responden segan mengisi.
Pengantar — tujuan singkat, pernyataan kerahasiaan dan persetujuan, serta perkiraan waktu pengisian.
Petunjuk pengisian — lengkap, tidak ambigu, termasuk cara mengirimkan jawabannya.
Item — dikelompokkan dan diberi nomor.
Penutup — ucapan terima kasih dan langkah berikutnya kalau ada.
Pershing & Pershing (2001) memeriksa 50 kuesioner evaluasi pelatihan yang dipakai di sebuah sekolah kedokteran ternama.
72% tidak punya pengantar sama sekali. 78% tidak punya penutup. 30% tidak punya petunjuk pengisian, dan 54% lainnya hanya seadanya.
Hanya 8% yang tampilannya rapi secara profesional.
Warning
Tampilan yang berantakan menurunkan minat partisipan, dan itu langsung berpengaruh pada reliabilitas serta validitas skor Anda.
Data demografis
Letakkan di bagian akhir, kecuali kalau diperlukan untuk menyaring responden di awal. Pertanyaan demografis di awal membuat sebagian responden merasa diidentifikasi sebelum mereka tahu isi kuesionernya.
15 menit — Lengkapi kisi-kisi kelompok Anda: aspek, bobot, indikator, dan jumlah item yang akan ditulis.
40 menit — Tulis itemnya.
10 menit — Tetapkan format respons dan tulis petunjuk pengisiannya.
Tukarkan daftar item dengan kelompok lain. 25 menit.
Untuk tiap item, periksa:
Tip
Kembalikan daftarnya dengan catatan tertulis, bukan penilaian umum. “Item 7 ganda: gugup dan berkeringat” jauh lebih berguna daripada “itemnya kurang jelas”.
Warning
Bawa semuanya ke Pertemuan 11. Panel ahli tidak bisa menilai relevansi item tanpa membaca definisi konstruk dan kisi-kisi Anda.
Catatan
Bikos, L. H. ReCentering psych stats: Psychometrics. https://lhbikos.github.io/ReC_Psychometrics/
Chyung, S. Y., Barkin, J. R., & Shamsy, J. A. (2018). Evidence-based survey design: The use of negatively worded items in surveys. Performance Improvement, 57(3), 16–25.
Chyung, S. Y., Kennedy, M., & Campbell, I. (2018). Evidence-based survey design: The use of ascending or descending order of Likert-type response options. Performance Improvement, 57(9), 9–16.
Chyung, S. Y., Roberts, K., Swanson, I., & Hankinson, A. (2017). Evidence-based survey design: The use of a midpoint on the Likert scale. Performance Improvement, 56(10), 15–23.
DeVellis, R. F., & Thorpe, C. T. (2022). Scale development: Theory and applications (5th ed.). SAGE.
Krosnick, J. A., & Presser, S. (2010). Question and questionnaire design. In P. V. Marsden & J. D. Wright (Eds.), Handbook of survey research (2nd ed., pp. 263–313). Emerald.
Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology, 22(140), 1–55.
Pershing, J. A., & Pershing, J. L. (2001). Ineffective reaction evaluation. Performance Improvement Quarterly, 14(1), 73–90.
Weijters, B., Baumgartner, H., & Schillewaert, N. (2013). Reversed item bias: An integrative model. Psychological Methods, 18(3), 320–334.