Penyusunan Tes Kognitif
2026-08-25
Semua ini termasuk tes prestasi karena mengukur apa yang sudah dipelajari atau dikuasai seseorang, sesuai definisi yang diperkenalkan di Pertemuan 1.
Definisi
Tes prestasi adalah alat ukur yang dirancang untuk mengukur hasil belajar seseorang setelah mengikuti suatu proses pembelajaran atau pelatihan tertentu (Azwar, 1987).
Berbeda dengan tes inteligensi atau tes bakat, tes prestasi terikat pada materi atau tujuan pembelajaran tertentu. Hasil tes prestasi, oleh karena itu, hanya bisa diinterpretasikan dalam kaitannya dengan materi yang diajarkan.
| Jenis | Fungsi | Ciri item |
|---|---|---|
| Placement | Menentukan kesiapan mengikuti suatu program | Item mudah, mencakup prasyarat program |
| Formatif | Memberikan umpan balik selama proses pembelajaran berlangsung | Disesuaikan dengan tiap unit pengajaran |
| Diagnostik | Mencari sumber kesulitan belajar | Item mudah, difokuskan pada sumber kesulitan yang umum terjadi |
| Sumatif | Menentukan peringkat atau kelulusan pada akhir program | Rentang tingkat kesulitan luas, mewakili keseluruhan materi |
Contoh penjabaran
TIU: “Mahasiswa memahami prinsip-prinsip tes prestasi.”
TIK: (1) menguraikan tiap prinsip dengan kata-katanya sendiri; (2) memasangkan tiap prinsip dengan contohnya; (3) memprediksi akibat bila suatu prinsip dilanggar.
Setiap TIK di atas sudah bisa langsung diterjemahkan menjadi satu atau lebih item tes.
Tabel spesifikasi tes prestasi menyilangkan pokok bahasan dengan level proses kognitif (Pertemuan 3), lalu menentukan jumlah item pada tiap sel:
| Pokok bahasan | Mengingat | Memahami | Menerapkan | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Definisi istilah tes prestasi | 3 | 2 | 5 | |
| Prinsip penyusunan tes prestasi | 4 | 3 | 7 | |
| Jenis tes prestasi berdasarkan fungsi | 2 | 3 | 2 | 7 |
| Jumlah | 5 | 9 | 5 | 19 |
Catatan
Tabel ini adalah bentuk konkret dari blueprint yang dibahas di Pertemuan 2, dengan dua sumbu yang sudah spesifik: pokok bahasan (dari TIU/TIK) dan level kognitif (dari taksonomi Pertemuan 3).
Pertimbangan memilih bentuk item
Pemilihan bentuk item bergantung pada sifat hasil belajar yang diukur. Hasil belajar yang menuntut penyusunan argumen atau penjelasan panjang lebih sesuai diukur dengan item uraian; hasil belajar berupa pengenalan fakta atau penerapan prosedur pada umumnya bisa diukur dengan item objektif secara lebih efisien.
Untuk tiap situasi berikut, tentukan apakah tesnya berfungsi sebagai placement, formatif, diagnostik, atau sumatif:
Kunci
Selanjutnya: tes potensi
Pertemuan 5 membahas tes potensi — jenis tes kognitif kedua dari Pertemuan 1, yang mengukur kapasitas untuk mempelajari sesuatu di masa depan, bukan apa yang sudah dipelajari.
Catatan
Anastasi, A., & Urbina, S. (1997). Psychological testing (7th ed.). Prentice Hall.
Azwar, S. (1987). Tes prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Liberty.
Bloom, B. S., Hastings, J. T., & Madaus, G. F. (1971). Handbook on formative and summative evaluation of student learning. McGraw-Hill.
Gronlund, N. E. (1993). How to make achievement tests and assessments (5th ed.). Allyn & Bacon.