Pengertian dan Tujuan Tes Prestasi

Penyusunan Tes Kognitif

2026-08-25

Outline

  • Tes prestasi dalam kehidupan sehari-hari
  • Definisi dan tujuan tes prestasi
  • Empat jenis tes prestasi berdasarkan fungsi
  • Prinsip dasar penyusunan tes prestasi
  • Dari tahap umum ke tahap khusus tes prestasi
  • TIU dan TIK
  • Tabel spesifikasi tes prestasi
  • Bentuk item: objektif atau uraian
  • Aktivitas: mengidentifikasi jenis tes prestasi

Tes prestasi dalam kehidupan sehari-hari

Contoh yang sudah Anda kenal

  • Ulangan harian dan ujian akhir semester di sekolah
  • Ujian sertifikasi kompetensi kerja
  • Tes penempatan kursus bahasa asing
  • Ujian praktik mengemudi

Semua ini termasuk tes prestasi karena mengukur apa yang sudah dipelajari atau dikuasai seseorang, sesuai definisi yang diperkenalkan di Pertemuan 1.

Definisi dan tujuan

Definisi tes prestasi

Definisi

Tes prestasi adalah alat ukur yang dirancang untuk mengukur hasil belajar seseorang setelah mengikuti suatu proses pembelajaran atau pelatihan tertentu (Azwar, 1987).

Berbeda dengan tes inteligensi atau tes bakat, tes prestasi terikat pada materi atau tujuan pembelajaran tertentu. Hasil tes prestasi, oleh karena itu, hanya bisa diinterpretasikan dalam kaitannya dengan materi yang diajarkan.

Tujuan tes prestasi

  • Mengukur sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai
  • Memberikan umpan balik kepada pengajar dan peserta didik
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan: kelulusan, penempatan, kenaikan tingkat
  • Mengidentifikasi bagian materi yang belum dikuasai

Empat jenis tes prestasi berdasarkan fungsi

Placement, formatif, diagnostik, sumatif

Jenis Fungsi Ciri item
Placement Menentukan kesiapan mengikuti suatu program Item mudah, mencakup prasyarat program
Formatif Memberikan umpan balik selama proses pembelajaran berlangsung Disesuaikan dengan tiap unit pengajaran
Diagnostik Mencari sumber kesulitan belajar Item mudah, difokuskan pada sumber kesulitan yang umum terjadi
Sumatif Menentukan peringkat atau kelulusan pada akhir program Rentang tingkat kesulitan luas, mewakili keseluruhan materi

Kenapa perbedaan ini relevan

  • Keempatnya sama-sama tes prestasi, tetapi tujuan pengukurannya berbeda, sehingga cakupan materi dan tingkat kesulitan itemnya juga berbeda.
  • Tes formatif yang dipakai seolah-olah tes sumatif (atau sebaliknya) bisa menghasilkan kesimpulan yang tidak sesuai dengan tujuannya.

Prinsip dasar penyusunan tes prestasi

Lima prinsip

  1. Mengukur hasil belajar sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  2. Mengukur sampel materi yang representatif terhadap keseluruhan materi yang diajarkan.
  3. Memilih bentuk item yang paling sesuai untuk mengukur hasil belajar yang dituju.
  4. Dirancang sesuai dengan jenis dan fungsinya (placement, formatif, diagnostik, atau sumatif).
  5. Memiliki reliabilitas yang memadai untuk fungsi pengambilan keputusan yang dituju.

Dari tahap umum ke tahap khusus

Menerapkan tahapan Pertemuan 2 pada tes prestasi

  • Pertemuan 2 membahas sebelas tahap penyusunan tes secara umum. Untuk tes prestasi, dua tahap awal (identifikasi tujuan, definisi konstrak) punya bentuk yang lebih spesifik.
  • Tahap 1 (tujuan tes) — untuk tes prestasi, berarti menentukan salah satu dari empat jenis: placement, formatif, diagnostik, atau sumatif.
  • Tahap 2 (definisi konstrak) — untuk tes prestasi, berarti merumuskan Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Tujuan Instruksional Khusus (TIK) dari materi yang diukur.

TIU dan TIK

Dua tingkat tujuan

  • TIU (Tujuan Instruksional Umum) — cakupan kompetensi yang luas, misalnya “mahasiswa memahami prinsip-prinsip tes prestasi”.
  • TIK (Tujuan Instruksional Khusus) — rincian TIU ke dalam perilaku yang dapat diamati dan diukur, memakai kata kerja operasional dari taksonomi yang dibahas di Pertemuan 3.

Contoh penjabaran

TIU: “Mahasiswa memahami prinsip-prinsip tes prestasi.”

TIK: (1) menguraikan tiap prinsip dengan kata-katanya sendiri; (2) memasangkan tiap prinsip dengan contohnya; (3) memprediksi akibat bila suatu prinsip dilanggar.

Setiap TIK di atas sudah bisa langsung diterjemahkan menjadi satu atau lebih item tes.

Tabel spesifikasi tes prestasi

Menyilangkan materi dengan level kognitif

Tabel spesifikasi tes prestasi menyilangkan pokok bahasan dengan level proses kognitif (Pertemuan 3), lalu menentukan jumlah item pada tiap sel:

Pokok bahasan Mengingat Memahami Menerapkan Jumlah
Definisi istilah tes prestasi 3 2 5
Prinsip penyusunan tes prestasi 4 3 7
Jenis tes prestasi berdasarkan fungsi 2 3 2 7
Jumlah 5 9 5 19

Fungsinya sama seperti blueprint di Pertemuan 2

Catatan

Tabel ini adalah bentuk konkret dari blueprint yang dibahas di Pertemuan 2, dengan dua sumbu yang sudah spesifik: pokok bahasan (dari TIU/TIK) dan level kognitif (dari taksonomi Pertemuan 3).

Bentuk item: objektif atau uraian

Dua kategori besar

  • Item objektif — pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, isian singkat. Penyekoran tidak bergantung pada penilaian subjektif pemeriksa.
  • Item uraian — jawaban disusun sendiri oleh peserta, penyekoran memerlukan kriteria dan pertimbangan pemeriksa.

Pertimbangan memilih bentuk item

Pemilihan bentuk item bergantung pada sifat hasil belajar yang diukur. Hasil belajar yang menuntut penyusunan argumen atau penjelasan panjang lebih sesuai diukur dengan item uraian; hasil belajar berupa pengenalan fakta atau penerapan prosedur pada umumnya bisa diukur dengan item objektif secara lebih efisien.

Aktivitas: mengidentifikasi jenis tes prestasi

Untuk tiap situasi berikut, tentukan apakah tesnya berfungsi sebagai placement, formatif, diagnostik, atau sumatif:

  1. Tes di awal semester untuk menentukan kelas bahasa Inggris peserta (dasar, menengah, atau lanjutan).
  2. Kuis singkat di akhir tiap pertemuan kuliah.
  3. Ujian akhir semester yang menentukan nilai mata kuliah.
  4. Tes yang diberikan kepada mahasiswa yang berulang kali salah pada topik yang sama, untuk mencari bagian mana yang belum dikuasai.

Kunci

  1. Placement. (2) Formatif. (3) Sumatif. (4) Diagnostik.

Ringkasan

  1. Tes prestasi mengukur hasil belajar dan terikat pada materi atau tujuan pembelajaran tertentu (Azwar, 1987).
  2. Ada empat jenis tes prestasi berdasarkan fungsinya: placement, formatif, diagnostik, sumatif — masing-masing dengan cakupan materi dan tingkat kesulitan yang berbeda.
  3. Tahap “tujuan tes” dan “definisi konstrak” dari Pertemuan 2 diwujudkan pada tes prestasi sebagai penentuan jenis tes dan perumusan TIU/TIK.
  4. Tabel spesifikasi tes prestasi adalah blueprint yang menyilangkan pokok bahasan dengan level kognitif dari Pertemuan 3.
  5. Pemilihan bentuk item (objektif atau uraian) bergantung pada sifat hasil belajar yang diukur.

Untuk Pertemuan 5

Selanjutnya: tes potensi

Pertemuan 5 membahas tes potensi — jenis tes kognitif kedua dari Pertemuan 1, yang mengukur kapasitas untuk mempelajari sesuatu di masa depan, bukan apa yang sudah dipelajari.

Ada pertanyaan❓

Catatan

Rujukan

Anastasi, A., & Urbina, S. (1997). Psychological testing (7th ed.). Prentice Hall.

Azwar, S. (1987). Tes prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Liberty.

Bloom, B. S., Hastings, J. T., & Madaus, G. F. (1971). Handbook on formative and summative evaluation of student learning. McGraw-Hill.

Gronlund, N. E. (1993). How to make achievement tests and assessments (5th ed.). Allyn & Bacon.