Penyusunan Tes Kognitif
2026-08-25
Intelligence is the aggregate or global capacity of the individual to act purposefully, to think rationally and to deal effectively with his environment.
— Wechsler (1958, p. 7)
Terjemahan bebasnya: inteligensi adalah kapasitas global seseorang untuk bertindak dengan tujuan, berpikir rasional, dan berinteraksi secara efektif dengan lingkungannya.
Catatan
Definisi ini menekankan tiga aspek sekaligus: perilaku terarah, penalaran, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
Kaitan dengan Pertemuan 1
Sejarah ini adalah salah satu alasan mengapa penggunaan tes psikologi di Indonesia dibatasi oleh Kode Etik Psikologi Indonesia (HIMPSI, 2010) yang sudah dibahas di Pertemuan 1.
CHC menyusun kemampuan kognitif dalam empat tingkat:

| Tes | Broad abilities yang diukur | Catatan |
|---|---|---|
| Woodcock-Johnson IV (WJ IV; Schrank dkk., 2014) | 7 | Dirancang eksplisit sebagai operasionalisasi CHC; jadi acuan utama pengembangan taksonomi CHC itu sendiri |
| Wechsler (WISC-V, WAIS-IV; Wechsler, 2014) | 5 | Index scores diselaraskan dengan lima broad abilities CHC (Gf, Gc, Gv, Gwm, Gs) |
| Kaufman Assessment Battery for Children–II (KABC-II; Kaufman & Kaufman, 2004) | 5 | Menyediakan dua model interpretasi yang bisa dipilih penguji: CHC atau model Luria |
| Tes | Broad abilities yang diukur | Catatan |
|---|---|---|
| Differential Ability Scales–II (DAS-II; Elliott, 2007) | 5 | Selaras dengan CHC sejak edisi kedua |
| Stanford-Binet–5 (SB5; Roid, 2003) | 5 | Lima faktornya dipetakan langsung ke lima broad abilities CHC |
Catatan
Klaim keselarasan dengan CHC pada dua slide ini berasal dari manual/technical report masing-masing penerbit tes. Dua slide berikutnya menunjukkan bahwa klaim ini tidak selalu bertahan ketika diuji ulang secara independen.
Catatan
Kedua teori ini banyak memengaruhi diskusi di bidang pendidikan, tetapi belum seluas CHC, dan belum dioperasionalkan ke dalam tes inteligensi terstandardisasi yang banyak dipakai secara praktis.
| Instrumen | Rentang usia/populasi | Catatan |
|---|---|---|
| Stanford-Binet | Anak hingga dewasa | Salah satu tes inteligensi individual pertama |
| Wechsler (WPPSI, WISC, WAIS) | Prasekolah hingga dewasa | Terdiri atas beberapa skala sesuai kelompok usia |
| Progressive Matrices (CPM, SPM, APM) | Anak hingga dewasa | Non-verbal, berbasis pola gambar |
| CFIT (Culture Fair Intelligence Test) | Anak hingga dewasa | Dirancang meminimalkan pengaruh bahasa dan budaya |
| TIKI (Tes Inteligensi Kolektif Indonesia) | SD hingga dewasa | Dikembangkan dengan norma Indonesia |
Catatan
CFIT dan Progressive Matrices dirancang mengurangi pengaruh bahasa dan latar belakang budaya terhadap skor. Desain ini tidak sepenuhnya menghilangkan pengaruh budaya. Isu ini dibahas lebih lanjut di Pertemuan 15.
Bayangkan sebuah abstrak jurnal menyebutkan:
“…partisipan menyelesaikan Raven’s Standard Progressive Matrices sebagai kovariat, untuk mengontrol kemampuan penalaran umum sebelum menganalisis efek utama dari intervensi…”
Kunci
Progressive Matrices termasuk tes inteligensi — dirancang mengukur kapasitas umum menyelesaikan masalah pada situasi baru. Kemampuan CHC yang paling relevan adalah Gf (penalaran cair).
Selanjutnya: menulis item tes prestasi dan potensi
Pertemuan 7 kembali ke keterampilan praktis menulis item, menerapkan perbedaan tes prestasi (Pertemuan 4) dan tes potensi (Pertemuan 5) yang sudah dibahas.
Catatan
Anastasi, A., & Urbina, S. (1997). Psychological testing (7th ed.). Prentice Hall.
Azwar, S. (2019). Konstruksi tes: Kemampuan kognitif. Pustaka Pelajar.
Carroll, J. B. (1993). Human cognitive abilities: A survey of factor-analytic studies. Cambridge University Press.
Cattell, R. B. (1963). Theory of fluid and crystallized intelligence: A critical experiment. Journal of Educational Psychology, 54(1), 1–22.
Chen, J.-Q., & Gardner, H. (2018). Assessment from the perspective of multiple-intelligences theory. In D. P. Flanagan & E. M. McDonough (Eds.), Contemporary intellectual assessment: Theories, tests, and issues (4th ed., pp. 164–173). Guilford Press.
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. Basic Books.
Gardner, H. (1999). Intelligence reframed: Multiple intelligences for the 21st century. Basic Books.
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). (2010). Kode etik psikologi Indonesia.
McCallum, R. S. (Ed.). (2018). Handbook of nonverbal assessment (2nd ed.). Springer.
Schneider, W. J., & McGrew, K. S. (2018). The Cattell–Horn–Carroll theory of cognitive abilities. In D. P. Flanagan & E. M. McDonough (Eds.), Contemporary intellectual assessment: Theories, tests, and issues (4th ed., pp. 73–163). Guilford Press.
Spearman, C. (1904). “General intelligence,” objectively determined and measured. American Journal of Psychology, 15(2), 201–292.
Sternberg, R. J. (2018). The triarchic theory of successful intelligence. In D. P. Flanagan & E. M. McDonough (Eds.), Contemporary intellectual assessment: Theories, tests, and issues (4th ed., pp. 174–194). Guilford Press.
Thurstone, L. L. (1938). Primary mental abilities. University of Chicago Press.
Visser, B. A., Ashton, M. C., & Vernon, P. A. (2006). Beyond g: Putting multiple intelligences theory to the test. Intelligence, 34(5), 487–502.
Wasserman, J. D. (2018). A history of intelligence assessment: The unfinished tapestry. In D. P. Flanagan & E. M. McDonough (Eds.), Contemporary intellectual assessment: Theories, tests, and issues (4th ed., pp. 3–55). Guilford Press.
Wechsler, D. (1958). The measurement and appraisal of adult intelligence (4th ed.). Williams & Wilkins.