Matrikulasi Program Studi S3 Psikologi
Dr. Rizqy Amelia Zein (Research Data and Methods Team, Center for Advanced Internet Studies & Department of Psychology, Universitas Airlangga)
Memastikan riset dapat direka ulang dari sudut pandang orang pertama
01
Replication Crisis dan Mengapa Reproducibility Penting
Anda membaca sebuah temuan menarik di suatu jurnal top dan membayangkan paper ini akan menjadi landasan fundamental dari disertasi Anda.
Tim-tim riset besar secara sistematis mencoba ulang studi-studi yang sudah dipublikasikan dengan data baru, dan inilah hasilnya:
36%
dari 100 studi psikologi yang dicoba ulang — Open Science Collaboration (2015)
61%
dari 18 eksperimen laboratorium ekonomi yang dicoba ulang — Camerer et al. (2016)
62%
dari 21 studi ilmu sosial dari Nature & Science yang dicoba ulang — Camerer et al. (2018)
49%
dari 164 paper di 12 disiplin ilmu yang dicoba ulang dalam proyek SCORE (Nature, April 2026)
Berdasarkan Barba (2018) dan The Turing Way, kebanyakan orang sering mencampuradukkan istilah-istilah ini:
Data sama + analisis sama → hasil sama. Orang lain (atau diri Anda sendiri di masa depan) menjalankan ulang analisis Anda pada data milik Anda dan mendapatkan angka-angka yang sama seperti di paper Anda.
Data baru + metode sama → hasil serupa. Tim independen mengulang studi tersebut dengan partisipan baru dan menemukan effect size yang sebanding dengan penelitian aslinya.
Data sama + analisis baru → hasil sama, atau setidaknya kesimpulan yang serupa. Temuan tetap stabil meskipun menggunakan strategi analitis yang berbeda.
Mari kita lupakan sejenak soal mengumpulkan data baru (atau replikasi). Bisakah kita bahkan mereka ulang hasil penelitian dari data aslinya? (atau reproducibility)
Ini sebagian besar bukan soal kecurangan yang benar-benar mengandung niat jahat, melainkan perilaku manusia yang sekadar mengikuti insentif.
An article about computational science in a scientific publication is not the scholarship itself, it is merely advertising of the scholarship. The actual scholarship is the complete software development environment and the complete set of instructions which generated the figures.
Buckheit & Donoho (1995), memparafrasekan Jon Claerbout
Memastikan hasil kita dapat direka ulang dapat memberi kita lebih banyak kepercayaan diri atas pekerjaan kita.
Mulailah dengan strategi yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan. Empat praktik dalam presentasi ini bukan checklist yang harus selesaikan semester ini, atau bahkan sepanjang program S3 Anda. Ini adalah tangga yang akan Anda daki selama bertahun-tahun sepanjang karier profesional Anda ke depan.
02
Data Management Plan
Sebuah dokumen singkat dan hidup (living document), yang ditulis sebelum Anda mengumpulkan data, yang menjelaskan bagaimana data akan dikumpulkan, didokumentasikan, disimpan, dilindungi, dan dibagikan.
Saya sedang mengerjakan scoping review tentang praktik reproducibility di bidang ekonomi dan ilmu sosial, yang merupakan bagian dari proyek penelitian dengan anggota tim dari berbagai institusi. Struktur folder kerjanya seperti ini:
litsearch/
├── codes/ R scripts
├── coding/ Codebooks, coding sheets, dan Google Form/Sheet
├── dataset/ Dataset siap analisis, hasil ekspor dari coding
├── output/
│ ├── search_output/ Output pipeline pencarian literatur (01–11)
│ ├── analysis_output/ Tabel dan gambar dari analisis
│ └── cleaning_log/ Flag kualitas data dari proses pembersihan respons
└── protocol_logbook.docx Logbook protokol dan keputusan10_final_set.xlsx: “The 145-paper final corpus… verified against Zotero subcollection RIS exports.” Lihat README-nya di sini.
Data apa yang akan Anda kumpulkan dan bagaimana caranya? Format apa saja? Bentuknya bisa sebuah kamus data (codebook) yang mendeskripsikan setiap variabel (nama, redaksi pertanyaan, coding, missing value) agar data tetap bisa dipahami tanpa kehadiran Anda.
Di mana data akan disimpan, bagaimana cara backup-nya (aturan 3-2-1), siapa yang punya akses? Bagaimana partisipan dilindungi, termasuk informed consent, anonimisasi atau pseudonimisasi, serta persyaratan hukum yang berlaku?
Data mana yang bisa dibagikan, di mana, dengan lisensi apa, dan kapan? Apa yang diarsipkan dalam jangka panjang (biasanya 10 tahun) dan di repository tepercaya yang mana?
Standar acuan untuk data riset yang dibagikan (Wilkinson et al., 2016), data seharusnya FAIR:
F
Findable — disimpan dengan pengenal permanen (DOI) dan metadata yang kaya
A
Accessible — dapat diambil lewat protokol standar; syarat aksesnya jelas
I
Interoperable — format terbuka (CSV, bukan hanya SPSS), menggunakan kosakata standar
R
Reusable — lisensi jelas, provenance (informasi tentang asal-usul data), dan dokumentasi yang cukup untuk digunakan ulang
2026-07-08_study1_raw.csv, bukan data baru FINAL (2).sav. Tanpa spasi, tanpa karakter khusus, tanggal dalam format YYYY-MM-DD.read-only, di satu tempat; semua perubahan dilakukan lewat script ke data/processed/.03
Pre-Registration
Salah satu contoh yang sudah saya lakukan: “Science and Religion in the Times of Crisis”, pre-registered di OSF.
Registry gratis dengan template: OSF Registries dan AsPredicted. Isi umumnya:
Hipotesis terarah (directional), IV dan DV dengan operasionalisasi yang tepat, desain studi, kondisi, dan prosedur.
Target ukuran sampel dengan justifikasi (misalnya, power analysis), stopping rule, dan kriteria eksklusi.
Model statistik yang pasti untuk setiap hipotesis, penanganan missing data dan outlier, kriteria inferensi, serta apa yang akan Anda lakukan jika asumsinya tidak terpenuhi.
04
Literate Programming
Alur kerja dalam riset psikologi biasanya seperti ini:
Let us change our traditional attitude to the construction of programs: Instead of imagining that our main task is to instruct a computer what to do, let us concentrate rather on explaining to human beings what we want a computer to do.
Idenya: menganyam narasi teks, kode analisis, dan hasilnya (tabel, gambar, statistik) menjadi satu dokumen yang memperbarui dirinya sendiri.
Saya melakukan pre-registration dengan tekun selama bertahun-tahun sebelum saya belajar Quarto. Literate programming adalah anak tangga yang baru saya kuasai jauh setelah itu, dan pilihan ini mengubah cara saya menulis paper.
grm-tutorial-paper, repository di balik paper yang sudah dipublikasikan yang ditulis sepenuhnya sebagai dokumen literate.Semuanya gratis, semuanya open source, dan semuanya punya komunitas serta tutorial yang beragam:
Teks (Markdown) + potongan script R/Python → paper, slide, situs web, disertasi. Bersama R dan RStudio/Positron. quarto.org
Notebook interaktif untuk Python (dan R, Julia). Umum digunakan dalam data science dan pemodelan komputasional. jupyter.org
Version control: riwayat lengkap dari setiap perubahan pada kode dan teks Anda, semacam “track changes” untuk seluruh proyek Anda, jadi tidak ada lagi disertasi_final_v7_BISMILLAH.docx.
Alih-alih menyalin angka, Anda tinggal menulis:
Dan di teks Anda, Anda menulis:
Literate programming bekerja paling baik di dalam proyek yang terorganisasi dengan baik:
data/raw/ (read-only!), data/processed/, scripts/, output/, README.md.here::here("data", "raw", "survey.csv"), bukan C:/Users/amelia/Desktop/... — sehingga bisa dijalankan di komputer mana pun, bukan hanya komputer Anda.set.seed(42)) setiap kali ada unsur keacakan (randomness), agar hasilnya identik setiap kali dijalankan.renv () atau renv + pyenv () menyimpan snapshot dari versi persis yang Anda gunakan.Semangat di balik semua kebiasaan ini adalah apa yang disebut The Turing Way sebagai computational empathy: mengantisipasi kebutuhan orang lain yang akan mencoba menjalankan pekerjaan Anda tanpa bantuan Anda sama sekali.
renv!), estimasi waktu running scriptnya;Semangat di balik semua kebiasaan ini adalah apa yang disebut The Turing Way sebagai computational empathy: mengantisipasi kebutuhan orang lain yang akan mencoba menjalankan pekerjaan Anda tanpa bantuan Anda sama sekali.
05
Registered Reports (RR)
Sebuah Registered Report (RR) adalah format artikel jurnal di mana peer review terjadi sebelum mengambil data (Chambers & Tzavella, 2022).

Saya sekarang sudah menjadi bagian dari tiga Registered Reports yang sudah dipublikasikan. Ini adalah yang pertama kali saya menjadi penulis utama (first author), dan yang paling saya banggakan.
96%
dari artikel psikologi standar melaporkan hasil positif (mengonfirmasi hipotesis) — sebuah tingkat keberhasilan yang secara statistik tidak masuk akal
44%
dari Registered Reports melaporkan hasil positif (Scheel, Schijen, & Lakens, 2021)
300+
jurnal kini menawarkan format RR, termasuk Nature Human Behaviour, Cortex, dan banyak jurnal psikologi top lainnya (daftar COS)
06
Kesimpulan
Mulailah dengan transparansi yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan. Berikut urutan yang benar-benar saya daki:
Langkah-langkah konkret pertama:
Buat akun Zenodo gratis. Siapkan proyek pertama Anda dengan struktur folder yang rapi dan sebuah README. Ganti nama file-file Anda dengan benar.
Pelajari cara menggunakan dan Quarto atau R Markdown lewat tutorial yang tersedia (Intro to , R4DS, Quarto TPG). Lalu, tulis tugas Anda berikutnya sebagai dokumen literate. Susun draf DMP satu halaman untuk proyek disertasi Anda.
Lakukan pre-registration untuk studi pertama Anda di OSF atau AsPredicted. Diskusikan dengan promotor Anda apakah salah satu bagian disertasi memungkinkan dijadikan Registered Report.
Your closest collaborator is you six months ago, but you don’t reply to emails.
Mark Holder (dipopulerkan oleh Karl Broman) — permudah hidup diri Anda sendiri di masa depan.
Dr. Rizqy Amelia Zein
Center for Advanced Internet Studies (CAIS) & Universitas Airlangga
E-mail: amelia.zein@cais-research.de · Homepage: rameliaz.github.io

Terima kasih!
Selamat datang & selamat memulai perjalanan doktoral Anda😉🎉
Center for Advanced Internet Studies (CAIS) gGmbH
Konrad-Zuse-Str. 2a, 44801 Bochum
info@cais-research.de
+49 234 9531 5000
www.cais-research.de

Reka Ulang Riset | Zein | 2026