Statistik Dasar dalam Penelitian Psikologi
2026-05-17
Data kategorikal adalah data yang nilainya berupa kategori atau kelas, bukan angka yang sifatnya continuum.
| Jenis | Definisi | Contoh |
|---|---|---|
| Nominal | Kategori tanpa urutan | Jenis kelamin, agama, metode terapi |
| Ordinal | Kategori dengan urutan, tapi jarak tidak sama | Tingkat pendidikan, skala Likert |
| Dikotomi | Tepat dua kategori | Ya/tidak, lulus/tidak lulus, sembuh/tidak sembuh |
Note
Meskipun kita sering mengkodekan kategori dengan angka (0 dan 1, 1 dan 2, dll.), angka tersebut hanyalah label, sehingga operasi aritmatika seperti mean tidak bermakna pada data nominal. Pilih teknik analisis yang sesuai dengan skala pengukuran variabel.
| Data | Pertanyaan | Teknik |
|---|---|---|
| Satu variabel dikotomi | Apakah proporsi berbeda dari nilai tertentu? | Binomial test |
| Dua variabel kategorikal, bebas | Apakah ada asosiasi antar keduanya? | χ² |
| Dua variabel kategorikal, sampel kecil | Apakah ada asosiasi? | Fisher’s exact test |
| Dua variabel dikotomi, berpasangan | Apakah ada perubahan proporsi sebelum-sesudah? | McNemar’s test |
Binomial test menguji apakah proporsi yang diamati dalam salah satu kategori berbeda dari proporsi yang diharapkan berdasarkan teori atau nilai referensi.
\[H_0: p = p_0 \quad \text{vs} \quad H_1: p \neq p_0\]
Di mana \(p\) adalah proporsi populasi yang sesungguhnya dan \(p_0\) adalah proporsi yang dihipotesiskan (nilai referensi).
Contoh: Dalam 500 klien yang menjalani terapi CBT, 327 menunjukkan perbaikan signifikan. Apakah tingkat keberhasilan CBT berbeda dari 60% yang dilaporkan literatur internasional?
\[H_0: p = 0.60 \quad \text{vs} \quad H_1: p \neq 0.60\]
Proporsi sampel = 327/500 = 65.4%
Binomial test menghitung probabilitas mendapatkan hasil yang kita amati atau yang lebih ekstrem secara tepat (exact), dengan asumsi proporsi populasi yang sebenarnya adalah \(p_0\).
\[P(X \geq k) = \sum_{i=k}^{n} \binom{n}{i} p_0^i (1-p_0)^{n-i}\]
Tip
Untuk sampel besar (ketika \(np_0 \geq 5\) dan \(n(1-p_0) \geq 5\)), binomial test bisa diaproksimasi dengan uji z untuk proporsi. Namun binomial test memberikan hasil yang lebih tepat (exact) dan akurat, terutama untuk sampel kecil atau ketika proporsi mendekati 0 atau 1.
jamoviBuka dataset terapi.omv yang berisi data 500 klien CBT:
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Uji χ² menguji apakah ada asosiasi antara dua variabel kategorikal — apakah distribusi satu variabel berbeda bergantung pada kategori variabel lainnya.
\[H_0: \text{Tidak ada asosiasi antara variabel A dan variabel B}\] \[H_1: \text{Ada asosiasi antara variabel A dan variabel B}\]
Statistik uji:
\[\chi^2 = \sum \frac{(O - E)^2}{E}\]
Di mana \(O\) adalah frekuensi yang diamati (observed) dan \(E\) adalah frekuensi yang diharapkan (expected) jika tidak ada asosiasi.
\[E_{ij} = \frac{\text{total baris}_i \times \text{total kolom}_j}{N}\]
Apakah metode belajar (belajar sendiri vs kelompok vs online) berhubungan dengan kelulusan tepat waktu?
| Lulus tepat waktu | Tidak lulus tepat waktu | Total | |
|---|---|---|---|
| Sendiri | 135 | 45 | 180 |
| Kelompok | 165 | 30 | 195 |
| Online | 90 | 60 | 150 |
| Total | 390 | 135 | 525 |
Frekuensi yang diharapkan (misalnya, untuk sel Kelompok × Lulus tepat waktu): \(E = \frac{195 \times 390}{525} = 144.9\)
χ² membutuhkan frekuensi yang cukup besar agar distribusinya mendekati distribusi \(\chi^2\):
Important
χ² hanya mengukur ada/tidaknya asosiasi — bukan arah atau kekuatannya. Selalu laporkan effect size (Cramér’s V) bersama χ² untuk memberikan gambaran yang lengkap.
jamoviBuka dataset metodebelajar.omv, kemudian uji hubungan antara metode belajar dan kelulusan:
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Ketika frekuensi yang diharapkan dalam satu atau lebih sel < 5, χ² tidak dapat diandalkan. Dalam kondisi ini, gunakan Fisher’s exact test:
Note
Fisher’s exact test menghitung probabilitas dengan mengasumsikan marginal total (total baris dan kolom) tetap, lalu menjumlahkan peluang semua distribusi sel yang sama ekstrem atau lebih ekstrem dari yang diamati. Karena distribusinya diskrit, p-value yang dihasilkan sering sedikit lebih besar dari χ², sifat konservatif ini paling berdampak pada sampel kecil.
Di jamovi: saat menjalankan Contingency Tables, centang Fisher’s exact test di bagian Statistics — jamovi akan menampilkan hasilnya di samping χ².
Seorang konselor sekolah menguji apakah sesi konseling kelompok (N = 20) mengurangi perilaku agresif. Dari 10 siswa yang mendapat konseling, 8 menunjukkan perbaikan. Dari 10 kontrol, hanya 3 yang menunjukkan perbaikan.
| Perbaikan | Tidak | Total | |
|---|---|---|---|
| Konseling | 8 | 2 | 10 |
| Kontrol | 3 | 7 | 10 |
| Total | 11 | 9 | 20 |
Frekuensi yang diharapkan untuk sel kiri atas = (10 × 11)/20 = 5.5 — beberapa sel memiliki nilai diharapkan < 5, sehingga Fisher’s exact test lebih tepat.
Ketika kita mengukur variabel dikotomi yang sama pada kelompok yang sama pada dua titik waktu (sebelum-sesudah), kita tidak bisa menggunakan χ² biasa — observasinya tidak independen.
McNemar’s test dirancang khusus untuk situasi ini.
Contoh: Apakah proporsi mahasiswa yang setuju dengan hukuman fisik berbeda sebelum vs sesudah mengikuti kuliah Psikologi Perkembangan?
| Sesudah: Setuju | Sesudah: Tidak | |
|---|---|---|
| Sebelum: Setuju | a (tetap setuju) | b (berubah dari setuju → tidak) |
| Sebelum: Tidak | c (berubah dari tidak → setuju) | d (tetap tidak setuju) |
McNemar’s test berfokus pada sel b dan c — partisipan yang berubah pendapat.
\[\chi^2_{\text{McNemar}} = \frac{(b - c)^2}{b + c}\]
Dengan df = 1.
Note
Jika jumlah perubahan kecil (b + c < 25), gunakan versi exact yang menggunakan distribusi binomial alih-alih aproksimasi χ².
Di jamovi:
Seperti pada t-test dan ANOVA, signifikansi statistik dari χ² tidak mencerminkan kekuatan asosiasi. Dengan N yang besar, asosiasi yang sangat lemah pun akan signifikan.
| Effect size | Digunakan untuk | Rentang | Interpretasi |
|---|---|---|---|
| Cramér’s V | χ² (tabel k×m apapun) | 0–1 | 0.10 kecil, 0.30 sedang, 0.50 besar (berlaku langsung untuk tabel 2×2; untuk tabel lebih besar, ambang batas ini adalah panduan kasar — nilainya bergantung pada df = min(baris−1, kolom−1)) |
| Phi (φ) | χ² tabel 2×2 saja | 0–1 | Sama dengan Cramér’s V untuk tabel 2×2 |
| Odds ratio (OR) | Asosiasi dalam tabel 2×2 | 0–∞ | OR = 1 → tidak ada asosiasi |
| Risk ratio (RR) | Perbandingan risiko dua kelompok | 0–∞ | RR = 1 → risiko sama |
Tip
Untuk penelitian klinis dan kesehatan mental, odds ratio sering lebih informatif dari Cramér’s V karena memberikan gambaran konkret tentang besaran perbedaan risiko antar kelompok.
Odds ratio membandingkan peluang (odds) suatu kejadian antara dua kelompok:
\[OR = \frac{a/b}{c/d} = \frac{ad}{bc}\]
Menggunakan contoh konseling kelompok:
\[OR = \frac{8 \times 7}{2 \times 3} = \frac{56}{6} = 9.33\]
Interpretasi: Siswa yang mendapat konseling punya odds 9.33 kali lebih tinggi untuk menunjukkan perbaikan dibanding siswa kontrol.
Note
Odds ratio ≠ risk ratio. Jika prevalensi outcome rendah (< 10%), keduanya mendekati satu sama lain. Ketika prevalensi tinggi, OR bisa terlihat lebih dramatis dari RR — perhatikan ini saat membaca literatur klinis.
jamoviBuka dataset attitudinal_change.omv yang berisi data mahasiswa sebelum dan sesudah kuliah Psikologi Perkembangan:
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Note