Statistik Dasar dalam Penelitian Psikologi
2026-04-25
Analysis of Covariance (ANCOVA) adalah perluasan ANOVA yang menambahkan satu atau lebih kovariat — variabel kontrol yang tidak dimanipulasi tetapi diduga berhubungan dengan variabel dependen.
Kovariat (covariate):
Note
Secara matematis, ANCOVA adalah ANOVA yang menambahkan satu atau lebih prediktor kontinu ke dalam model. Ia memanfaatkan logika regresi untuk “memisahkan” pengaruh kovariat dari efek perlakuan.
Dua manfaat utama ANCOVA:
1. Mengurangi error variance
Kovariat yang berkorelasi dengan dependen variabel akan “menjelaskan” sebagian variabilitas dalam variabel dependen — menyisakan lebih sedikit noise yang tidak terhitung, sehingga estimasi efek perlakuan menjadi lebih presisi.
2. Mengontrol perbedaan awal
Meskipun kita sudah melakukan randomisasi, kelompok mungkin masih berbeda secara kebetulan pada variabel yang relevan. Mengontrol kovariat baseline memberikan estimasi efek perlakuan yang lebih adil.
Important
ANCOVA bukan pengganti randomisasi dalam penelitian eksperimental. Ia paling tepat digunakan untuk mengontrol variabel yang diukur sebelum intervensi (baseline covariates), bukan untuk “menyesuaikan” perbedaan kelompok yang muncul akibat masalah desain penelitian.
Kita kembali ke studi obat flu Ferguso, kini dengan satu tambahan: peneliti mengukur tingkat kekebalan tubuh (kekebalan) setiap peserta sebelum percobaan.
Dataset: cobaobat2.omv
Sebelum menjalankan ANCOVA, periksa hubungan antara kovariat dan variabel dependen secara visual untuk setiap kelompok:
Yang perlu diperiksa:
ANCOVA mewarisi semua asumsi ANOVA (normalitas residual, homogenitas varians, independensi observasi), plus dua asumsi tambahan:
1. Homogenitas slope regresi
Slope regresi antara kovariat dan variabel dependen harus serupa di semua kelompok perlakuan.
Jika asumsi ini dilanggar (interaksi kovariat × perlakuan signifikan), ANCOVA biasa tidak tepat digunakan — perlu dipertimbangkan model dengan interaksi.
2. Independensi kovariat dari faktor perlakuan
Mean kovariat harus homogen antar kelompok perlakuan — artinya, kovariat tidak berbeda antar kelompok secara sistematis.
Periksa dengan membandingkan mean kovariat antar kelompok (secara deskriptif atau ANOVA satu arah pada kovariat).
Important
Jangan menggunakan kovariat yang diukur setelah intervensi dimulai (post-treatment covariate) — ini bisa mengintroduksikan bias yang serius karena perlakuan mungkin sudah memengaruhi kovariat tersebut.
Buka dataset cobaobat2.omv, kemudian jalankan ANCOVA:
Tabel ANCOVA:
| Sumber | SS | df | MS | F | p | ω² |
|---|---|---|---|---|---|---|
| kekebalan | 0.291 | 1 | 0.291 | 3.49 | .083 | .049 |
| obat | 2.732 | 2 | 1.366 | 16.40 | < .001 | .601 |
| Residuals | 1.166 | 14 | 0.083 | — | — | — |
Interpretasi:
ANOVA (tanpa kovariat):
ANCOVA (dengan kovariat kekebalan):
Note
Dalam contoh ini, menambahkan kovariat sedikit mengurangi effect size dan df residual — karena kovariat kekebalan tidak berkorelasi kuat dengan konsentrasi. Kovariat yang sangat berkorelasi dengan variabel dependen akan secara substansial meningkatkan presisi estimasi.
Post-hoc test dalam ANCOVA membandingkan estimated marginal means — mean yang sudah “disesuaikan” (adjusted) berdasarkan kovariat, bukan mean observasi mentah.
Hasil post-hoc (Bonferroni):
| Perbandingan | Selisih mean | SE | df | t | p (Bonferroni) |
|---|---|---|---|---|---|
| Plasebo vs Mixagrip | −0.174 | 0.174 | 14 | −1.00 | .998 |
| Plasebo vs Flungalih | −0.929 | 0.168 | 14 | −5.52 | < .001 |
| Mixagrip vs Flungalih | −0.755 | 0.182 | 14 | −4.14 | .003 |
Kesimpulan: Flungalih signifikan lebih efektif dari plasebo dan mixagrip, bahkan setelah mengontrol perbedaan kekebalan tubuh antar peserta.
ANCOVA menggunakan F tests yang sama dengan ANOVA, dengan parameter tambahan untuk jumlah kovariat.
Langkah di G*Power:
Hasilnya berbeda dari ANOVA biasa karena satu df digunakan untuk kovariat, sehingga diperlukan sedikit lebih banyak sampel dibanding ANOVA tanpa kovariat.
Tip
Manfaat nyata ANCOVA dalam hal power terlihat ketika kovariat berkorelasi kuat dengan variabel dependen (r > 0.4). Dalam kondisi tersebut, ANCOVA dapat secara substansial mengurangi error variance dan meningkatkan power — bahkan dengan sampel yang lebih kecil dari ANOVA biasa.
Bayangkan kalian ingin meneliti efektivitas tiga program pengurangan stres (meditasi, olahraga aerobik, dan kontrol) terhadap skor stres akhir, dengan skor stres awal sebagai kovariat.
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Note