Statistik Dasar dalam Penelitian Psikologi
2026-04-25
Mediasi menjelaskan mekanisme di balik hubungan antara dua variabel — bagaimana atau mengapa variabel X memengaruhi variabel Y.
Contoh: Mengapa status sosial-ekonomi (X) berhubungan dengan prestasi akademik (Y)?
Note
Mediasi berbeda dari moderasi. Mediasi menjelaskan mekanisme hubungan X → Y. Moderasi menjelaskan kondisi di mana hubungan X → Y lebih kuat atau lebih lemah. Keduanya sering dikombinasikan dalam model moderated mediation atau mediated moderation.
Dalam model mediasi sederhana, terdapat tiga variabel:
Dan tiga jalur (path) utama:

Total effect c = c’ + (a × b)
Efek tidak langsung (indirect effect): \(a \times b\)
Ini adalah besaran efek X pada Y yang dimediasi melalui M.
Metode klasik Baron & Kenny menetapkan empat syarat untuk klaim mediasi:
Pendekatan Baron & Kenny sudah usang dan tidak direkomendasikan lagi.**
Syarat (1) tidak perlu dipenuhi — indirect effect bisa ada tanpa total effect yang signifikan (terutama jika ada mediator berganda dengan arah berlawanan). Uji Sobel (untuk signifikansi indirect effect) juga mengasumsikan normalitas yang sering dilanggar. Gunakan bootstrapping sebagai gantinya.
Bootstrapping adalah metode resampling yang mengestimasi distribusi indirect effect (a×b) langsung dari data, tanpa mengasumsikan distribusi normal.
Cara kerjanya:
Tip
Jika 95% bootstrap CI untuk indirect effect tidak mencakup nol, kita memiliki bukti bahwa indirect effect secara statistik berbeda dari nol — tanpa perlu mengasumsikan normalitas. Ini adalah cara yang direkomendasikan untuk menguji signifikansi mediasi.
jamovi (medmod)medmod di jamovimedmod adalah modul jamovi untuk analisis mediasi dan moderasi berbasis bootstrapping.
Instalasi:
jamovi, klik ikon + (modul) di pojok kanan atasmedmod di jamovi library, lalu klik Installmedmod akan muncul di menu utama jamoviNote
Jika modul medmod tidak tersedia, analisis mediasi bisa dilakukan secara manual melalui regresi bertingkat: (1) regresikan M pada X, (2) regresikan Y pada X dan M, kemudian hitung indirect effect = koefisien jalur a × koefisien jalur b.
Hipotesis: Beban akademik yang tinggi (X = beban) menurunkan wellbeing (Y = wellbeing) karena mengurangi persepsi dukungan sosial (M = dukungan_sosial).
Dataset: mediasi_akademik.omv (N = 500 mahasiswa)
Langkah di jamovi (medmod):
Ringkasan hasil yang diharapkan:
| Efek | Koefisien | 95% BC-CI | Signifikan? |
|---|---|---|---|
| Total effect (c) | −0.42 | [−0.49, −0.36] | Ya |
| Direct effect (c’) | −0.16 | [−0.23, −0.09] | Ya |
| Indirect effect (a×b) | −0.26 | [−0.31, −0.21] | Ya |
Interpretasi: Beban akademik menurunkan wellbeing (total c = −0.42). Sebagian efek ini dimediasi melalui berkurangnya dukungan sosial yang dipersepsi (indirect a×b = −0.26, 95% CI tidak mencakup nol). Namun masih ada direct effect yang signifikan (c’ = −0.16), menunjukkan mediasi parsial.
Selain signifikansi, kita juga bisa menghitung proporsi total efek yang dimediasi:
\[\text{Proporsi mediasi} = \frac{a \times b}{c} = \frac{-0.26}{-0.42} \approx 0.61\]
Artinya, sekitar 61% dari efek beban akademik pada wellbeing bekerja melalui mekanisme dukungan sosial.
Note
Proporsi mediasi bisa melebihi 1 atau bernilai negatif (disebut inconsistent mediation) jika direct effect dan indirect effect berlawanan arah. Dalam kasus seperti ini, interpretasinya lebih kompleks.
Effect size untuk mediasi:
\[\kappa^2 = \frac{a \times b}{\text{varians maksimal a×b yang mungkin}}\]
Nilai \(\kappa^2\) antara 0–1. Konvensi: 0.01 kecil, 0.09 sedang, 0.25 besar (Preacher & Kelley, 2011). Pada contoh di atas, jamovi melaporkan \(\kappa^2 \approx 0.18\) — termasuk efek sedang mendekati besar.
Analisis mediasi dari data cross-sectional tidak bisa membuktikan kausalitas
Dalam mediasi, kita mengklaim: X menyebabkan M, dan M menyebabkan Y. Ini adalah klaim kausal yang kuat. Namun data cross-sectional hanya mengukur semua variabel pada satu titik waktu yang sama — tidak ada cara untuk menetapkan temporal ordering/urut-urutan kejadian (apa yang terjadi lebih dulu?).
Masalah spesifik dengan mediasi cross-sectional:
Kembali ke contoh beban akademik → dukungan sosial → wellbeing:
Kita ukur ketiga variabel dalam satu survei pada hari yang sama. Mungkin saja:
Note
Pengujian mediasi yang lebih baik membutuhkan desain longitudinal (X diukur sebelum M, M diukur sebelum Y) atau, yang terbaik, melalui eksperimen di mana X (dan M) dimanipulasi secara acak dan efeknya pada M dan Y diamati sepanjang waktu.
Meskipun, pengujian secara longitudinal hanya bisa mengendalikan confounding yang time-invariant saja. Apabila variabel cofounding berubah sepanjang waktu, maka desain longitudinal tidak bisa mengendalikan efek confounding.
Meski terbatas secara kausal, analisis mediasi cross-sectional mungkin bisa bermakna jika:
Cara yang disarankan untuk melaporkan mediasi cross-sectional:
“Hasil analisis bootstrapping menunjukkan indirect effect yang signifikan (a×b = −0.26, 95% BC-CI [−0.31, −0.21]), yang artinya ditemukan pola yang konsisten dengan model mediasi, di mana dukungan sosial mungkin memediasi hubungan antara beban akademik dan wellbeing. Namun, mengingat desain cross-sectional, interpretasi kausalitas tidak dapat dilakukan.”
Collider adalah variabel yang menerima panah dari dua variabel lain sekaligus dalam model kita.
Variabel C adalah collider karena dipengaruhi oleh X dan Y.
Masalah:
Jika kita mengontrol collider, misalnya memasukkannya ke regresi, atau memilih sampel berdasarkan nilai C tertentu, kita secara tidak sengaja menciptakan hubungan palsu antara X dan Y, meskipun keduanya tidak benar-benar berhubungan.
Contoh: Apakah kecerdasan berkorelasi negatif dengan kerja keras di kalangan mahasiswa universitas bergengsi?
Dalam konteks mediasi, collider bias muncul ketika ada variabel yang dipengaruhi oleh X dan M (atau M dan Y) lalu kita masukkan ke model sebagai kontrol.
Mengontrol C di sini akan merusak estimasi jalur b (M → Y) dan indirect effect.
Ingat
Hati-hati dengan variabel kontrol yang “masuk akal” secara substantif. Sebelum menambahkan variabel kontrol ke model mediasi, tanyakan: “Apakah variabel ini bisa dipengaruhi oleh X atau M?” Jika ya, jangan dikontrol, justru akan menyebabkan collider bias.
Note
Collider bias adalah salah satu alasan mengapa analisis mediasi memerlukan teori kausal yang eksplisit (misalnya melalui DAG — Directed Acyclic Graph), bukan sekadar menambahkan variabel kontrol secara asal-asalan.
Buka dataset mediasi_akademik.omv, kemudian uji apakah dukungan sosial memediasi hubungan antara beban akademik dan wellbeing:
Pertanyaan untuk didiskusikan:
Note