Statistik Dasar dalam Penelitian Psikologi
2026-04-25
Note
Dalam penelitian psikologi, kita tidak pernah bisa membuktikan sesuatu secara mutlak — kita hanya bisa menyatakan seberapa mustahil temuan kita terjadi secara kebetulan. Inilah inti dari logika probabilistik dalam ilmu pengetahuan.
Notasi:
Frequentist
Bayesian
Note
Sebagian besar statistik yang kalian pelajari di S1 menggunakan pendekatan frequentist. Penting untuk memahami asumsi ini agar kalian bisa menginterpretasi hasil analisis dengan benar.
Kejadian mutually exclusive (tidak bisa terjadi bersamaan):
\[P(A \cup B) = P(A) + P(B)\]
Kejadian yang tidak mutually exclusive (bisa terjadi bersamaan):
\[P(A \cup B) = P(A) + P(B) - P(A \cap B)\]
Kejadian independen (kejadian A tidak memengaruhi kejadian B):
\[P(A \cap B) = P(A) \times P(B)\]
Probabilitas bersyarat (conditional probability):
\[P(A | B) = \frac{P(A \cap B)}{P(B)}\]
Important
Kebanyakan analisis statistik mengasumsikan independensi antar-observasi. Melanggar asumsi ini (misalnya, data dari mahasiswa dalam kelas yang sama) akan membuat estimasi kita tidak akurat.
\[P(\bar{A}) = 1 - P(A)\]
Note
Aturan komplemen ini adalah fondasi dari p-value dalam uji hipotesis. Ketika kita mengatakan p = 0.03, artinya probabilitas mendapatkan data seperti yang kita amati (atau lebih ekstrem) jika hipotesis nol benar adalah 0.03 — sangat kecil, sehingga kita meragukan hipotesis nol.
| Diskret | Kontinu | |
|---|---|---|
| Jenis variabel | Nilai cacahan (0, 1, 2, …) | Nilai tak terbatas dalam suatu rentang |
| Probabilitas | \(P(X = x)\) untuk nilai tertentu | Probabilitas untuk interval nilai |
| Contoh | Jumlah anak, jumlah kesalahan | Tinggi badan, skor IQ, kecemasan |
| Distribusi umum | Binomial, Poisson | Normal, t, F, \(\chi^2\) |
\[P(X = k) = \binom{n}{k} p^k (1-p)^{n-k}\]
Note
Ketika n sangat besar dan p tidak terlalu ekstrem, distribusi binomial mendekati distribusi normal — inilah salah satu alasan mengapa distribusi normal sangat penting.
\[f(x) = \frac{1}{\sigma\sqrt{2\pi}} e^{-\frac{1}{2}\left(\frac{x-\mu}{\sigma}\right)^2}\]
\[z = \frac{X - \mu}{\sigma}\]
Kegunaan z-score:
Contoh interpretasi:
Note
Angka 1.96 akan sering muncul — ini adalah z-score yang membatasi 95% tengah distribusi normal. Angka ini menjadi dasar dari confidence interval 95% dan critical value pada uji dua sisi dengan α = 0.05.
Contoh soal:
Diketahui skor kecemasan di populasi mahasiswa berdistribusi normal dengan μ = 50 dan σ = 10. Berapa probabilitas seorang mahasiswa memiliki skor kecemasan lebih dari 65?
Bayangkan eksperimen berikut:
Jika populasi memiliki mean μ dan standar deviasi σ, maka sampling distribution of the mean dari sampel berukuran n memiliki:
Important
Ini adalah konsep kunci dalam statistik inferensial. Ketika kita menghitung p-value atau confidence interval, kita sebenarnya menggunakan sampling distribution — bukan distribusi data mentah kita.
\[SE_{\bar{X}} = \frac{\sigma}{\sqrt{n}} \approx \frac{s}{\sqrt{n}}\]
Note
SE berbeda dari standar deviasi (SD). SD menggambarkan variabilitas data individual dalam sampel. SE menggambarkan variabilitas mean sampel di antara semua sampel yang mungkin diambil dari populasi yang sama.
Tip
Pemahaman tentang sampling distribution adalah pondasi dari seluruh statistik inferensial. Semua teknik yang akan kita pelajari berikutnya — t-test, ANOVA, korelasi, regresi — semuanya bersandar pada konsep ini.
Semua yang sudah kita pelajari membentuk satu rantai logika:
Populasi (μ, σ)
↓
Ambil sampel
↓
Hitung statistik
(x̄, s, SE)
↓
Gunakan sampling
distribution
↓
Buat inferensi
tentang populasi
Semua teknik yang akan kita pelajari berikutnya bersandar pada dua pilar ini:
1. Estimasi parameter
“Berapa nilai parameter populasi yang paling masuk akal berdasarkan data sampel kita?”
2. Uji hipotesis
“Seberapa mustahil pola yang kita temukan di data muncul jika hipotesis nol benar?”
Tip
Keduanya — CI dan p-value — hanyalah dua cara berbeda untuk menggunakan sampling distribution yang sama. Materi berikutnya akan mengembangkan kedua pilar ini satu per satu.
Note