Multigroup Structural Equation Modeling: Bagian 4️⃣
2026-05-11
Awalnya dikembangkan oleh Charles Spearman (1904) untuk menyelidiki g factor theory of intelligence
Terdiri dari:
Analisis faktor digunakan untuk menguji model common variance
Mengasumsikan bahwa dua atau lebih observed variable memiliki shared/common variance (commonality atau common factor) ditunjukkan dengan factor loading

| Exploratory Factor Analysis | Confirmatory Factor Analysis |
|---|---|
| Mencari model yang cocok menggambarkan data, sehingga peneliti mengeksplorasi berbagai pilihan model yang cocok kemudian mencari rasionalisasi teoritisnya | Menguji hipotesis yang sudah ditentukan sebelumnya, sehingga peneliti ingin tahu apakah hipotesisnya didukung oleh data |
| Jumlah faktor belum diketahui sampai peneliti melakukan analisisnya | Jumlah faktor sudah ditentukan sebelum mengambil data |
| Peneliti tidak memiliki model yang dihipotesiskan a priori | Peneliti sudah memiliki model hipotesis yang ditentukan a priori |
Menyediakan solusi untuk mengkoreksi bias karena measurement error ketika mengestimasi korelasi antar-variabel
Cara kerjanya adalah dengan membandingkan variance-covariance matrix yang dihipotesiskan dengan variance-covariance matrix pada data (sampel)
Perhatian 📢
Ada tiga macam model pengukuran:



Apabila kita memiliki informasi tentang factor loading, maka kita bisa menghitung factor scores estimasi (fitted) skor variabel laten
Caranya dengan mengali factor loading dengan skor kasar metode regresi
Namun ingat, mengalikan factor loading dengan skor kasar masih berisiko mendapatkan estimasi yang bias. Itulah yang menyebabkan factor scores akan berubah ketika model diujikan pada kelompok sampel yang berbeda.
Ada tiga cara yang bisa digunakan untuk menghitung factor scores:
Maximum Likelihood distribusi data (multivariate) normal, level pengukuran harus interval/continuous, tidak ada data missing
Generalized-least squares menggunakan asumsi yang sama dengan ML namun performanya kurang baik apabila dibandingkan dengan ML
Weighted-least squares dapat digunakan pada data kategorikal (nominal dan ordinal), estimasi menggunakan polychoric correlation matrix. Varian WLS, misalnya: WLSM, WLSMV, WLSMVS.
Diagonally weighted-least squares dapat digunakan pada data kategorikal, bekerja dengan baik pada sampel yang relatif kecil dan data yang tidak berdistribusi normal
Tips memilih estimator
Untuk skala Likert dengan 6–7 pilihan, dengan respons yang relatif simetris, MLR sudah baik performanya. Untuk skala Likert 4 pilihan dengan distribusi yang sangat juling (skew), WLSMV merupakan pilihan yang lebih aman (Rhemtulla, Brosseau-Liard & Savalei, 2012).
AVE mengukur seberapa besar varians pada variabel indikator yang dijelaskan oleh faktor laten, dibandingkan dengan varians yang berasal dari error
Formula AVE (dengan λᵢ = standardized factor loading tiap indikator):
\[AVE = \frac{\sum \lambda_i^2}{\sum \lambda_i^2 + \sum (1 - \lambda_i^2)}\]
Intinya: dari seluruh varians indikator, berapa proporsinya yang merupakan benar-benar “sinyal” dari konstruk dan bukan noise?
Kriteria AVE ≥ 0.50 (Fornell & Larcker, 1981)
| AVE | CR | |
|---|---|---|
| Yang diukur | Rasio sinyal-terhadap-total per indikator | Konsistensi internal skala |
| Sensitif terhadap | Loading rendah sangat menekan nilai AVE | Kurang sensitif — loading tinggi dapat mengompensasi |
| Kriteria | ≥ 0.50 | ≥ 0.70 |
| Kegunaan utama | Validitas konvergen & diskriminan | Reliabilitas (alternatif Cronbach’s α) |
CR tinggi belum tentu AVE tinggi
Skala dengan loading sedang (misalnya semua λ = 0.60, 5 item) bisa menghasilkan CR ≈ 0.78 namun AVE ≈ 0.36. CR fokus pada “apakah item-item saling berkaitan?”; AVE fokus pada “apakah item-item benar-benar mewakili konstruknya?”
Selain validitas konvergen, AVE juga digunakan untuk menguji validitas diskriminan — apakah setiap konstruk benar-benar berbeda dari konstruk lainnya
Kriteria Fornell-Larcker: AVE setiap konstruk harus lebih besar dari kuadrat korelasi antara konstruk tersebut dengan konstruk lain mana pun
\[AVE_A > r^2_{AB} \quad \text{dan} \quad AVE_B > r^2_{AB}\]
Artinya: konstruk A berbagi lebih banyak varians dengan indikatornya sendiri daripada dengan konstruk B
Apabila kriteria ini tidak terpenuhi kemungkinan dua konstruk terlalu mirip dan tidak dapat dibedakan secara empiris
Cara membaca tabel Fornell-Larcker
Letakkan √AVE tiap konstruk di diagonal tabel korelasi antar-konstruk. Validitas diskriminan terpenuhi apabila nilai diagonal (√AVE) lebih besar dari semua nilai di baris dan kolom yang sama.
semTools untuk menghitung AVESetelah menjalankan model CFA, gunakan semTools::reliability() untuk menghitung AVE dan CR sekaligus:
semTools untuk menghitung AVEOutput yang dihasilkan mencakup informasi berikut ini:
| Baris output | Keterangan |
|---|---|
alpha |
Cronbach’s α (mengasumsikan tau equivalence) |
omega |
McDonald’s ω (congeneric) |
omega2 / omega3 |
Varian ω untuk model yang lebih kompleks |
ave |
AVE per faktor laten |
jamovi menyediakan perhitungan AVE + composite reliability
Karena SEMLj juga menggunakan semTools, maka AVE tersedia bersama composite reliability.
Unduh Dataset Latihan SEM
Unduh Kamus Data disini
Lakukan CFA pada skala social dominance orientation
Laporkan model fit, factor loading, dan multivariate normality
Lakukan penyesuaian apabila perlu
Note