Statistik dalam Penelitian Psikologi
2026-04-12
\[r_{XY_{observed}} = r_{T_X T_Y} \times \sqrt{\rho_{XX'} \times \rho_{YY'}}\]
Ingat dari Materi Korelasi!
Koefisien korelasi yang terobservasi selalu lebih kecil dari korelasi sesungguhnya antar true score, persis karena measurement error ini. Analisis faktor membantu kita mendapatkan estimasi korelasi yang lebih akurat.
| Model | Pertanyaan yang dijawab | Dalam workshop ini |
|---|---|---|
| CTT | “Seberapa reliabel skor total ini?” | Bagian 5 |
| EFA | “Berapa faktor laten yang mendasari item-item ini?” | Bagian 7 |
| CFA | “Apakah struktur faktor yang saya hipotesiskan cocok dengan data?” | Bagian 8 |
| SEM | “Bagaimana faktor-faktor laten saling mempengaruhi?” | Pengantar di Bagian 5–6 |
| EFA | CFA |
|---|---|
| Jumlah faktor belum diketahui — biarkan data menunjukkan strukturnya | Jumlah faktor sudah ditentukan sebelum mengambil data |
| Peneliti tidak memiliki model hipotesis a priori | Peneliti sudah memiliki model hipotesis a priori |
| Cocok untuk eksplorasi dan pengembangan skala | Cocok untuk konfirmasi dan pengujian validitas konstruk |
Warning
Sangat tidak disarankan melakukan EFA kemudian CFA pada sampel yang sama — kita akan bahas lebih dalam di Bagian 8.
Hierarki komponen:
Analogi sederhana:
Aplikasi EFA
EFA memiliki aplikasi yang berbeda, bukan untuk reduksi dimensi secara umum, melainkan khusus untuk mengidentifikasi konstruk laten dalam pengembangan dan validasi skala psikologi.
Kaiser criterion sering over-extract
Kaiser criterion bisa menghasilkan terlalu banyak komponen — bahkan dari data yang sepenuhnya acak! Selalu kombinasikan dengan scree plot dan parallel analysis.
| Orthogonal | Oblique | |
|---|---|---|
| Komponen | Tidak berkorelasi | Boleh berkorelasi |
| Metode umum | Varimax | Promax, Direct Oblimin |
Note
Rotasi tidak mengubah total variansi yang dijelaskan — hanya mendistribusikannya agar lebih mudah diinterpretasikan.
| Aspek | PCA | EFA |
|---|---|---|
| Tujuan | Reduksi dimensi; feature extraction | Identifikasi & validasi konstruk laten |
| Posisi dalam ML | Unsupervised learning — preprocessing sebelum model prediktif | Psikometri — pengembangan & validasi skala |
| Model | Komponen = fungsi linear item | Item = fungsi linear faktor + error |
| Variansi | Total variansi (termasuk unique & error) | Hanya common variance |
| Error pengukuran | Tidak dimodelkan | Eksplisit dimodelkan per item |
| Faktor/komponen | Selalu orthogonal (tidak berkorelasi) | Boleh berkorelasi (rotasi oblique) |
| Kapan digunakan | Tidak ada teori konstruk laten; tujuannya kompresi data | Ada teori tentang faktor laten; tujuannya pengukuran |
Tip
Jika communalities tinggi (> 0.60) dan struktur jelas, hasil PCA dan EFA sering hampir identik secara praktis. Perbedaan muncul ketika communalities rendah atau struktur kompleks.
Komunalitas (h²): proporsi variansi item yang dijelaskan oleh semua faktor bersama
Keunikan (u²): 1 − h² = variansi yang tidak dijelaskan oleh faktor mana pun (variansi spesifik + error)
| h² | Interpretasi |
|---|---|
| > 0.50 | Baik |
| 0.30–0.50 | Cukup — perlu evaluasi |
| < 0.30 | Bermasalah — pertimbangkan menghapus item |
Warning
Item dengan h² rendah mengukur sesuatu yang unik apabila dibandingkan dengan item lain.
Evaluasi ulang redaksinya sebelum memutuskan untuk menghapus item.
Kaiser criterion (λ > 1) — mudah, tapi konsisten over-extract. Gunakan sebagai acuan awal saja.
Scree plot — visual dan intuitif, tapi subjektif. Dua peneliti bisa membaca scree plot yang sama secara berbeda.
Parallel analysis direkomendasikan
Teori — berapa faktor yang dihipotesiskan berdasarkan literatur?
Praktik terbaik
Gunakan kombinasi parallel analysis + scree plot + teori sebagai dasar keputusan. Di jamovi, parallel analysis tersedia langsung di menu EFA.
Tip
Konstruk psikologi hampir selalu berkorelasi, misalnya: kelelahan emosional dan sinisme pada burnout. Gunakan rotasi oblique sebagai default. Jika korelasi antar faktor sangat rendah (< 0.15), rotasi orthogonal bisa dipertimbangkan.
| Metode | Asumsi | Kapan digunakan |
|---|---|---|
| Minimum Residual (MinRes) | Tidak diperlukan normalitas | Default yang aman untuk data psikologi; meminimalkan residual korelasi |
| Principal Axis Factoring (PAF) | Tidak diperlukan normalitas | Data tidak normal; sampel moderat |
| Maximum Likelihood (ML) | Normalitas multivariat | Data mendekati normal; ingin fit indices formal (RMSEA, CFI) |
Note
Untuk skala Likert yang tidak terlalu juling, MinRes sudah cukup baik. Gunakan ML jika ingin melaporkan fit indices secara formal dalam artikel.
| KMO | Interpretasi |
|---|---|
| > 0.90 | Marvelous |
| 0.80–0.90 | Meritorious |
| 0.70–0.80 | Middling |
| 0.60–0.70 | Mediocre |
| < 0.50 | Tidak layak — jangan lanjutkan EFA |
| N | Keterangan |
|---|---|
| < 100 | Tidak memadai — hindari |
| 100–200 | Minimal, hanya jika loadings tinggi (> 0.70) |
| 200–300 | Cukup |
| 300–500 | Baik |
| > 500 | Sangat baik |
Rule of Thumb
Loadings rendah dan communalities rendah membutuhkan N yang lebih besar. Jangan memaksakan analisis faktor pada sampel yang terlalu kecil.
Catatan
Ambang batas RMSEA < .06 (Hu & Bentler, 1999) sering dikutip, tapi berasal dari kondisi simulasi yang spesifik. Untuk model dengan banyak indikator atau sampel besar, RMSEA < .08 sudah dapat diterima, jangan terlalu kaku pada angka .06.
Cronbach’s α
McDonald’s ω (Omega)
Tip
Laporkan keduanya — α dan ω. Jika ω > α secara substansial, berarti asumsi tau-equivalence tidak terpenuhi. Keduanya tersedia langsung di jamovi.
☐ Deskripsi sampel — N, karakteristik, cara pengumpulan data
☐ Prosedur analisis — software, metode ekstraksi, kriteria jumlah faktor, jenis rotasi
☐ Kelayakan analisis — nilai KMO, hasil Bartlett’s test (χ², df, p)
☐ Hasil ekstraksi — jumlah faktor yang dipertahankan, eigenvalue, % variansi tiap faktor dan total
☐ Pattern matrix setelah rotasi, lengkap dengan komunalitas (h²)
☐ Korelasi antar faktor — jika menggunakan rotasi oblique
☐ Reliabilitas — Cronbach’s α dan/atau McDonald’s ω per faktor
☐ Fit indices — RMSEA + 90% CI, CFI, TLI (jika menggunakan ML)
Hanya mengandalkan Kaiser criterion menghasilkan terlalu banyak faktor. Selalu gunakan parallel analysis.
Menggunakan PCA untuk pengembangan skala PCA bukan model pengukuran. Gunakan EFA.
Rotasi orthogonal tanpa alasan konstruk psikologi hampir selalu berkorelasi. Gunakan oblique sebagai default.
Mengabaikan cross-loadings item dengan cross-loading > 0.30 menandakan batas konstruk yang tidak jelas — jangan diabaikan.
Melaporkan hanya item yang “berhasil” laporkan semua item, termasuk yang dihapus beserta alasannya.
Tidak melakukan CFA di sampel independen EFA hanya eksplorasi. Validasi strukturnya dengan CFA di sampel yang berbeda.
jamovidataset-burnout.omv)
Menjalankan EFA:
Output yang harus dicek:
☑ Factor loadings (sembunyikan |λ| < 0.30)
☑ Scree plot + parallel analysis plot
☑ Komunalitas (h²)
☑ KMO & Bartlett’s test
☑ Reliabilitas (α & ω)
Urutan membaca output
Asumsi (KMO & Bartlett’s) jumlah faktor (parallel analysis + scree) pattern matrix (loading & cross-loading) komunalitas reliabilitas
Note