Mini-Workshop Persiapan Tesis untuk Mahasiswa Magister Psikologi
2026-09-25



Large language model (LLM) pada intinya adalah model statistik raksasa dengan output teks yang menjawab satu pertanyaan:
“Berdasarkan semua kata dalam percakapan ini, kata (token) apa yang paling mungkin muncul berikutnya?”
Contoh: “Bisa ular itu amat mematikan” vs. “Saya bisa datang besok.”

Analoginya dengan proses belajar manusia
Pre-training ≈ pemerolehan bahasa dan pengetahuan. Fine-tuning ≈ sosialisasi, yaitu belajar norma tentang bagaimana menggunakan kemampuan itu secara pantas.

Emergent capabilities
Pada ambang skala tertentu, kemampuan baru bisa muncul tanpa pernah diprogram secara eksplisit, misalnya kemampuan menerjemahkan atau menalar bertahap. Ini salah satu alasan perilaku LLM sulit diprediksi sepenuhnya.

Kenapa ini penting untuk riset Anda
Beberapa alat bantu riset (lihat bagian selanjutnya) sudah berbentuk agent. Semakin otonom alatnya, semakin besar juga tanggung jawab Anda untuk memeriksa apa yang sudah dikerjakannya.
Yang perlu Anda waspadai
Semakin besar porsi Doing dibanding Asking, semakin besar pula risiko Anda menyerahkan proses evaluasi output ke AI. Kita bahas lagi di bagian Discernment.
Khawatir sambil tetap memakai
Angka-angka ini datang dari peneliti yang sudah memakai AI. Sikap kritis tidak membuat mereka berhenti memakainya.
Sebelum masuk ke 4D
Keempat kompetensi berikutnya berlaku di ketiga mode ini, tetapi risiko dan kebutuhan pengawasannya berbeda jauh. Pada mode Agency, AI bekerja paling lama tanpa Anda awasi, jadi pemeriksaan Anda atas hasilnya harus paling ketat.

Delegation dan Description menentukan seberapa efektif dan efisien kolaborasi Anda dengan AI. Discernment dan Diligence menentukan seberapa etis dan aman. Keempatnya saling terkait dan tidak harus dijalankan berurutan.
| Tugas | Delegasi |
|---|---|
| Merumuskan pertanyaan penelitian | Anda (AI boleh jadi mitra diskusi) |
| Menyusun draf item/alat ukur awal | AI, lalu Anda validasi dan seleksi secara ketat |
| Menerjemahkan instrumen penelitian | AI, lalu Anda periksa kesepadanan makna secara manual |
| Menginterpretasi hasil analisis statistik | Anda dan AI bersama: AI menawarkan alternatif interpretasi, keputusan akhir tetap di tangan Anda |
| Menyunting bahasa akademik di naskah | AI, lalu Anda sunting ulang dan pastikan kontribusi Anda tetap signifikan |
Prompting adalah percakapan
Jangan berharap prompt pertama Anda sempurna. Perlakukan sebagai dialog yang terus disempurnakan berdasarkan respons yang Anda terima. Anda juga bisa minta AI membantu memperbaiki prompt Anda.
Automation 😞
Buatkan tiga halaman tinjauan pustaka tentang depresi untuk tesis saya.
Augmentation 😊
Kamu adalah asisten riset yang kritis dan teliti. Saya mahasiswa S2 psikologi yang sedang menyusun proposal tesis tentang depresi pada mahasiswa magister.
Bantu saya menyusun kerangka/outline tinjauan pustaka: * Identifikasi 4-6 tema besar yang lazim dibahas dalam literatur depresi (misalnya: pengukuran, prediktor, intervensi). * Untuk tiap tema, tuliskan 2-3 pertanyaan yang perlu dijawab tinjauan pustaka saya. * Sarankan istilah/kata kunci pencarian (dalam bahasa Inggris) untuk tiap tema.
Perhatikan batasan ini: jangan mengarang referensi yang tidak pernah ada. Kalau tidak yakin, terbuka saja bilang tidak yakin. Kalau konteks dari saya berikan masih kurang detail, berikan pertanyaan sebelum mulai tugasnya. Jangan selalu setuju dengan argumen saya; berperanlah sebagai devil’s advocate.
Makin canggih model, makin perlu penilai manusia
Model yang lebih besar membuat kesalahan yang lebih meyakinkan, sehingga lebih sulit ditangkap oleh pembaca yang tidak menguasai topiknya.
Instruksi
Pilih satu konsep/konstruk inti dari topik tesis Anda. Minta AI memberikan tiga penjelasan berbeda untuk konsep tersebut, misalnya tiga cara menjelaskan konstruknya untuk audiens berbeda, atau tiga sudut pandang teoretis yang berbeda.
Pertanyaan refleksi
Pengetahuan spesifik apa yang membuat Anda bisa menangkap kelemahan tadi? Bagaimana mahasiswa dari bidang lain akan menilai output yang sama persis?
Contoh pernyataan disclosure
“Dalam menyusun [dokumen/bagian ini], saya berkolaborasi dengan [nama AI] untuk membantu [tugas spesifik: menyusun draf, mencari referensi, menyunting bahasa, dst]. Seluruh konten yang dibantu/dihasilkan AI telah saya tinjau dan evaluasi satu per satu. Hasil akhir mencerminkan pemahaman dan penilaian saya sendiri. Saya bertanggung jawab penuh atas isi, akurasi, dan penyajiannya.”
Perhatikan polanya: mirip dengan disclosure yang saya tulis di landing page laman web untuk materi ini.
Prinsip dasarnya
Kalau Anda tidak bisa menjelaskan sendiri sebuah paragraf saat ditanya dosen pembimbing, paragraf itu tidak boleh ada di naskah Anda, siapa pun (atau apa pun) yang menuliskannya pertama kali.
Jangan salin sitasi AI
Cek setiap rujukan dari AI ke sumber aslinya (DOI, situs penerbit) sebelum masuk daftar pustaka, dan baca artikelnya sendiri, bukan hanya ringkasan dari AI.

Hommel & Arslan (2025): LLM bisa menyimpulkan korelasi antar-item/skala psikologis langsung dari teksnya.
Prinsipnya
AI cocok untuk menghasilkan kumpulan awal kandidat item/hipotesis yang harus disaring ketat oleh Anda dan pembimbing lewat validasi psikometrik.


Batas yang tidak boleh dilanggar
Jangan pernah mengunggah data mentah partisipan (apalagi yang belum dianonimkan) ke chatbot publik. Lebih detail soal ini di bagian Risiko.
Penting untuk diingat
Apa pun tugas pengodean yang dibantu AI, laporkan model/versinya secara eksplisit dan validasi hasilnya terhadap pengodean manusia dengan ukuran reliabilitas standar.
| Tahap | Peran AI yang disarankan | Yang tetap harus Anda lakukan sendiri |
|---|---|---|
| Tinjauan literatur | Eksplorasi awal, ringkasan kasar | Verifikasi tiap sitasi, sintesis argumen |
| Desain & alat ukur | Draf item/hipotesis awal | Seleksi, validasi psikometrik |
| Pengumpulan data | Transkripsi, terjemahan instrumen | Kontak dengan partisipan, keputusan etik |
| Analisis data | Pengode kedua, draf kode statistik | Interpretasi akhir, keputusan analitik |
| Penulisan naskah | Penyuntingan bahasa, umpan balik draf | Argumen inti, klaim ilmiah, tanggung jawab isi |
Risiko
Mitigasi
Risiko
Mitigasi
Risiko
Mitigasi
Risiko
Mitigasi
Risiko
Mitigasi
Praktik minimum untuk riset yang bisa direplikasi
Laporkan nama dan versi model persis yang Anda pakai (jangan cuma tulis “AI”), tetapkan dan laporkan nilai temperature (rendah untuk tugas yang butuh konsistensi), dan validasi hasil AI terhadap pengodean/penilaian manusia sebelum dipakai sebagai temuan.
Dalam seminggu ke depan, susun strategi/kebijakan pribadi Anda dalam menggunakan AI selama mengerjakan tugas akhir. Dalam menyusun strategi ini, Anda bisa menggunakan AI sebagai mitra diskusi Anda.
Renungkan 4️⃣ poin di bawah:
Ada pertanyaan?
Paparan disusun dengan menggunakan dan Quarto dengan template dari UNAIR Theme.