MK Teknologi dalam Pembelajaran
2026-08-21
Model medis (lama)
Model sosial (modern)
Implikasi bagi pendidik
Kalau seorang peserta didik “gagal” mengakses materi, pertanyaan pertama bukan “apa yang salah dengan peserta didik ini?” tapi “apa yang salah dengan desain materinya?”
Ingat
Hambatan belajar juga bisa situasional atau sementara (koneksi internet buruk, tangan cedera, lingkungan bising), sehingga desain yang aksesibel menguntungkan semua orang, bukan hanya penyandang disabilitas permanen (“curb-cut effect”)
Kerangka UDL dari CAST menawarkan tiga prinsip utama yang saling melengkapi:
Prinsip kunci
UDL dirancang untuk semua peserta didik di kelas, bukan hanya penyandang disabilitas — mirip ramp di trotoar yang aslinya untuk pengguna kursi roda, tapi juga membantu orang tua yang mendorong kereta bayi
Bandingkan dengan pendekatan lama: akomodasi ad hoc yang baru diberikan setelah peserta didik melapor kesulitan. Ini respon reaktif, melelahkan, dan sering terlambat.
“Assistive technology adalah produk, peralatan, atau sistem apa pun yang meningkatkan, memelihara, atau memperbaiki kapabilitas fungsional individu penyandang disabilitas.” — Assistive Technology Act (AS)
Web Content Accessibility Guidelines (WCAG 2.1) merangkum aksesibilitas digital dalam 4 prinsip:
Skenario
Seorang peserta didik dengan disleksia berat meminta izin menggunakan text-to-speech dan AI-assisted note-taking selama pembelajaran dan ujian. Seorang peserta didik lain berpendapat ini “tidak adil” dibanding peserta didik yang mengerjakan tanpa bantuan AI apa pun.
Catatan