MK Teknologi dalam Pembelajaran
2026-09-25
Large language model (LLM) pada intinya adalah model statistik raksasa dengan output teks yang menjawab satu pertanyaan:
“Berdasarkan semua kata dalam percakapan ini, kata (token) apa yang paling mungkin muncul berikutnya?”
Terobosannya adalah mekanisme attention: setiap kata bisa “memperhatikan” semua kata lain dalam kalimat untuk menentukan maknanya.

Dua tahap utama:
Analogi proses psikologisnya
Pre-training ≈ pemerolehan bahasa dan pengetahuan; fine-tuning ≈ sosialisasi, yaitu belajar norma tentang bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut.
Sumber: Ghali et al. (2024)

Fügener et al. (2026) meneliti peran AI dalam judgment tasks, yaitu tugas yang membutuhkan penilaian:
Dilema Kolaborasi Manusia dengan AIs
Kapan sebaiknya AI menggantikan, kapan sebaiknya AI mendampingi, dan kapan manusia sebaiknya bekerja tanpa AI sama sekali?
Studi eksperimental (klasifikasi gambar dari ImageNet, Fügener et al., 2026) membandingkan akurasi:
Kesimpulannya
Menggabungkan otomasi, augmentasi, dan realokasi sumber daya manusia (manusia yang “dibebaskan” dari tugas yang diotomasi sehingga dapat mengerjakan tugas lain) memberi hasil jauh lebih baik daripada mengandalkan satu strategi saja.
Berdasarkan performa relatif AI pada suatu tugas, polanya konsisten:
Kapan augmentasi tidak membantu?
Jika AI jauh lebih unggul dari manusia (mis. akurasi AI 84% vs. manusia 58%), melibatkan manusia dalam pengambilan keputusan justru tidak meningkatkan akurasi. Augmentasi hanya bermanfaat jika complementarity benar-benar ada.
Kesavan dan Kushwaha (2020): eksperimen lapangan di ritel suku cadang otomotif
Karyawan diberi opsi meng-override rekomendasi alat bantu keputusan berbasis data.
Li et al. (2025) meninjau bagaimana reinforcement learning (RL), yaitu pembelajaran mesin lewat reward dan trial-and-error, dapat memperkuat kolaborasi manusia-AI:

Kaitannya dengan augmentation
RLHF bisa dilihat sebagai kebalikan dari augmentasi: dalam augmentasi, AI menjadi pemandu bagi manusia; dalam RLHF, manusia menjadi pemandu bagi AI.
Umpan balik manusia diserap untuk memperbaiki perilaku model secara bertahap, sehingga manusia tidak perlu terus mengoreksi output satu per satu
Implikasinya
Makin dipoles lewat RLHF agar terasa membantu dan sopan, makin meyakinkan pula jawaban model, padahal akurasinya belum tentu ikut naik. Ingat, output AI sering terlihat meyakinkan (karena ditulis dengan “fasih”) tetapi “kefasihan” ini tidak menjamin kebenaran/akurasinya.
Pertanyaan reflektif
Kapan terakhir kali Anda merasa yakin memahami sesuatu setelah berdiskusi dengan AI, tapi ternyata tidak bisa/kesulitan menjelaskannya ulang tanpa membuka kembali percakapan tersebut?
Sisi sebaliknya
Sebuah RCT terpisah pada mahasiswa fisika menemukan bahwa capaian belajar, dengan tutor AI yang dirancang dengan baik, lebih baik dua kali lipat dibanding kelas active learning yang dirancang baik, dalam waktu lebih singkat (Kestin et al., 2025). Kesimpulannya, bukan penggunaan tetapi peran AI dalam proses belajar yang menentukan hasil belajar.
Studi kasus
SWE yang diberi asisten AI menyelesaikan tugas coding dengan baik, tapi skornya 17% lebih rendah pada kuis tentang konsep di balik script yang baru saja mereka buat sendiri (Shen & Tamkin, 2026).
Pola yang sama sangat mungkin berlaku pada penulisan akademik dan analisis data.
Bacalah dengan hati-hati
Studi ini masih berupa preprint dan metodologinya diperdebatkan: ada komentar kritis (juga berupa preprint) yang mempertanyakan desain studi dan metode EEG-nya (Stankovic et al., 2025). Perlakukan cognitive debt sebagai hipotesis yang sedang diuji.
Brčić dan Frljić (2026) menawarkan kerangka praktis: belajar satu ide baru terjadi lewat enam langkah berurutan:
Jika tugas terasa tanpa usaha (effortless) setelah AI dilibatkan, besar kemungkinan AI sedang mengambil alih kerja yang seharusnya mengasah keterampilan tersebut.
Pertemuan berikutnya: AI literacy dan AI fluency, yang merupakan kompetensi yang menjaga kolaborasi manusia-AI ini agar tidak mengarah pada automation bias.
Ada pertanyaan?
Paparan disusun dengan menggunakan dan Quarto dengan template dari UNAIR Theme.