Literasi Data dan Penulisan Ilmiah
2026-08-21
Important
Pertanyaan pertama yang akan kita selesaikan bukan “bagaimana cara memvisualisasikan data ini?” — melainkan “apa yang ingin saya buat audiens saya lakukan/pahami dari data yang saya miliki ini?”
Data visualization
Infografis
Ingat Pertemuan 1: perbedaan data kategorikal dan numerik sekarang menentukan pilihan grafik Anda.
Cara termudah memilih visualisasi: lengkapi kalimat “Saya ingin menunjukkan…”
| Saya ingin menunjukkan… | Tugas visualisasi |
|---|---|
| Jumlah partisipan pada tiap kategori usia | Perbandingan (comparison) |
| Proporsi partisipan yang skor Extraversion-nya tinggi vs rendah | Perbandingan, bagian-dari-keseluruhan |
| Perubahan rata-rata skor kesejahteraan dari minggu ke minggu | Perbandingan, pola, data dari waktu ke waktu |
| Sebaran skor Conscientiousness di seluruh sampel | Distribusi |
Tip
Tidak ada daftar tugas visualisasi yang baku dan lengkap. satu grafik bisa memenuhi lebih dari satu tujuan sekaligus. Yang penting: rumuskan tujuannya dulu, baru pilih grafiknya, bukan sebaliknya.
Buku Storytelling with Data (Knaflic, 2021) merangkum enam prinsip inti untuk penyajian data yang efektif:
Sudah kita bahas di bagian sebelumnya: cocokkan jenis data dan tugas visualisasi dengan bentuk grafik yang tepat — jangan biarkan perangkat lunak “menebak” untuk Anda, karena ia tidak tahu audiens dan konteks proyek Anda.
Important
Data tanpa narasi hanyalah angka. Visualisasi yang baik punya alur: situasi awal, ketegangan/temuan yang mengejutkan, dan resolusi/implikasi — persis seperti cerita yang baik pada umumnya.
Ini menyambung ke apa yang sudah kita bahas Pertemuan 6: hedging language menjaga kejujuran narasi Anda; prinsip ini memastikan narasi itu juga menarik dan mudah diingat.
Kita hitung skor Extraversion (setelah item reverse-scored dibalik, seperti prosedur Pertemuan 4–5) dari 19.511 partisipan dalam dataset kita, dipilah berdasarkan gender.
“Saya ingin menunjukkan” perbandingan rata-rata skor Extraversion antara dua kategori gender → tugasnya adalah perbandingan → kandidat grafik: bar chart sederhana, dua batang.
Note
Kedua grafik pada slide berikutnya dibuat dengan ggplot2 (R) langsung dari data/data.csv — bukan angka rekaan. Skripnya ada di slides/libs/make_pertemuan7_charts.R kalau Anda ingin melihat/menjalankannya sendiri.
Caution
Sumbu-y yang dipotong adalah salah satu cara paling umum (dan paling menyesatkan) untuk membuat perbedaan kecil terlihat besar — persis kebalikan dari hedging language yang kita pelajari Pertemuan 6.
n yang sangat besar membuatnya sangat sempit.Poin penting: signifikan secara statistik ≠ besar secara praktis
Dengan n sebesar ini, CI kedua kelompok tidak tumpang tindih — jadi secara statistik perbedaannya signifikan. Tapi besarnya cuma ~0.10 poin pada skala 1–5. Judul grafik sengaja memakai hedging language (“sedikit lebih tinggi”), bukan klaim yang bombastis. Dalam konteks ini, presenting dan hedging bekerja bersama.
Grafik tadi bagus untuk audiens umum, tapi naskah akademik (Pertemuan 6, gaya APA) tetap butuh tabel angka lengkap:
| Gender | n | M | SD | 95% CI |
|---|---|---|---|---|
| Laki-laki | 7,583 | 2.95 | 0.92 | [2.93, 2.97] |
| Perempuan | 11,928 | 3.05 | 0.92 | [3.04, 3.07] |
Note
Perhatikan tabel ini mengikuti prinsip yang sama dari Pertemuan 2: judul kolom jelas, satuan tersirat dari konteks (skala 1–5), dan sumber datanya (data/data.csv, dataset Big Five) sudah disebutkan pada slide sebelumnya.
Kerjakan berkelompok (15 menit)
Perhatikan grafik berikut ini. Terapkan enam prinsip storytelling with data untuk mengkritiknya:
Note
Kembali ke pembahasan “tiga jenis audiens” (Pertemuan 6): untuk komunitas akademik serumpun → grafik spreadsheet dalam naskah sudah cukup. Untuk publik awam → pertimbangkan infografis Canva. Alat mengikuti audiens, bukan sebaliknya.
Catatan