MK Teknologi dalam Pembelajaran
2026-09-14
AI literacy
AI fluency
Analoginya seperti belajar bahasa: literacy = bisa membaca; fluency = bisa berbincang dengan lancar.
Implikasi penting
Literacy dan fluency sebaiknya dikembangkan bersamaan, bukan berurutan — mahasiswa tidak perlu “lulus” literasi dulu baru belajar fluency
“Seperangkat kompetensi yang memampukan seseorang untuk mengevaluasi teknologi AI secara kritis; berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan AI; dan menggunakan AI sebagai alat, baik daring, di rumah, maupun di tempat kerja.” — Long & Magerko (2020)
Kerangka ini mengelompokkan 17 kompetensi ke dalam lima pertanyaan besar:
Kaitan dengan pendidikan
Kerangka ini awalnya dirancang untuk pendidikan K-12, tapi kompetensinya berlaku lintas jenjang — termasuk untuk mahasiswa magister yang kelak jadi pendidik atau peneliti
Definisi
Kemampuan berkolaborasi dengan AI secara efektif, efisien, etis, dan aman (Dakan & Feller, 2025).
Kerangka ini dibangun di atas 3 modalitas interaksi manusia-AI:
Catatan
Delegation dan description → efektif dan efisien; discernment dan diligence → etis dan aman.
Tiga kompetensi inti:
Contoh untuk tesis Anda:
| Tugas | Delegasi |
|---|---|
| Merumuskan pertanyaan penelitian | Anda (AI boleh menjadi mitra diskusi) |
| Memoles bahasa akademik naskah | AI, lalu Anda sunting |
| Menginterpretasi hasil analisis | AI dan Anda bersama, AI menawarkan alternatif, Anda membuat keputusan akhir |
Kualitas output AI sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi Anda:
Perlakukan AI sebagai kolaborator, bukan “jin botol”🧞
Komunikasikan dan evaluasi output AI, meskipun Anda menolaknya — jelaskan mengapa, sehingga AI bisa menyesuaikan output berikutnya, sesuai prinsip reinforcement learning from human feedback (RLHF) yang sudah kita bahas
Cara Anda menilai output AI:
Bayangkan Anda sebagai detektif🕵️♀️
Menemukan kesalahan AI adalah bukti Anda menggunakannya dengan benar
Domain expertise adalah guardrail paling penting
Tanpa keahlian di bidang Anda sendiri, keempat kriteria fluency ini runtuh — Anda tidak akan mampu menilai apakah output AI benar atau sekadar terdengar meyakinkan
Potts & Sudhof (2026) menganalisis 26.958 transkrip percakapan manusia-AI dari WildChat-4.8M:
Kesimpulannya
Fluency menentukan apakah AI di tangan Anda menjadi produsen AI slop, atau asisten yang bisa diandalkan. Menemukan kegagalan AI adalah bukti Anda menggunakannya dengan tepat.
Cash et al. (2026) mengingatkan sisi lain dari cerita ini:
Studi endoscopist deskilling
Sebelum AI diperkenalkan, dokter mendeteksi adenoma pada 28,4% kasus. Setelah AI tersedia (meski akses ke AI-nya tidak sepenuhnya acak), tingkat deteksi tanpa AI turun menjadi 22,4% — mengindikasikan kompetensi dokter menurun setelah terbiasa dibantu AI.
Ada pertanyaan?
Paparan disusun dengan menggunakan dan Quarto dengan template dari UNAIR Theme.