Statistik dalam Penelitian Psikologi
2026-05-18
jamoviKita sudah mempelajari di Bagian 1 dan Bagian 5 bahwa korelasi antar dua variabel selalu terlalu kecil karena terkontaminasi measurement error (attenuation bias)
Secara matematis, hubungan antara korelasi yang terobservasi (e.g., nilai r dari korelasi Pearson) dengan korelasi true score dapat dinyatakan sebagai:
\[r_{XY_{observed}} = r_{T_X T_Y} \times \sqrt{\rho_{XX'} \times \rho_{YY'}}\]
Ingat prinsip dasar korelasi!
Koefisien korelasi yang terobservasi (e.g., r pada korelasi Pearson, dsb.) selalu lebih kecil dari korelasi sesungguhnya antar true score, karena adanya measurement error ini. Analisis faktor membantu kita mendapatkan estimasi korelasi yang lebih akurat.
| Model | Pertanyaan yang dijawab | Dalam mata kuliah ini |
|---|---|---|
| CTT | “Seberapa reliabel skor total dari skala psikologi ini?” | Bagian 5 |
| EFA | “Berapa banyak faktor laten yang mendasari item-item ini?” | Bagian 7 |
| CFA | “Apakah struktur faktor laten yang dihipotesiskan sesuai dengan data?” | Bagian 8 |
| SEM | “Bagaimana keterkaitan antara faktor-faktor laten ini?” | Tidak dibahas dalam mata kuliah ini. Klik disini apabila tertarik belajar mandiri. |
| EFA | CFA |
|---|---|
| Jumlah faktor belum diketahui, kita membiarkan dataset “mengungkap” strukturnya | Jumlah faktor sudah ditentukan (melalui hipotesis) sebelum mengambil data |
| Peneliti tidak memiliki model hipotesis a priori | Peneliti sudah memiliki model hipotesis a priori |
| Cocok untuk eksplorasi dan pengembangan skala | Cocok untuk konfirmasi dan pengujian validitas konstruk |
Sangat tidak disarankan
…melakukan EFA kemudian CFA pada sampel yang sama — kita akan bahas lebih dalam di Bagian 8.
Hierarki komponen:
Contoh PCA:
Aplikasi EFA
EFA memiliki aplikasi yang berbeda, bukan untuk reduksi dimensi secara umum, melainkan khusus untuk mengidentifikasi konstruk laten dalam pengembangan dan validasi skala psikologi.
Kaiser criterion sering over-extract
Kaiser criterion bisa menghasilkan terlalu banyak komponen — bahkan dari data yang sepenuhnya acak! Selalu kombinasikan dengan scree plot dan parallel analysis.
| Orthogonal | Oblique | |
|---|---|---|
| Komponen | Tidak berkorelasi | Boleh berkorelasi |
| Metode umum | Varimax | Promax, Direct Oblimin |
Jenis rotasi tidak mengubah varians total
Rotasi tidak mengubah total varians yang dijelaskan, tetapi hanya mendistribusikannya agar lebih mudah diinterpretasikan.
| Aspek | PCA | EFA |
|---|---|---|
| Tujuan | Reduksi dimensi; feature extraction | Identifikasi & eksplorasi konstruk laten |
| Posisi dalam ML | Unsupervised learning — preprocessing sebelum melakukan pengujian pada test data | Psikometri — pengembangan & validasi skala |
| Model | Komponen = fungsi linear item | Item = fungsi linear faktor + error pengukuran |
| Varians yang ingin dijelaskan | Total varians (termasuk unique & error) | Hanya common variance |
| Error pengukuran | Tidak dimodelkan | Dipartisi sebagai unique variance per item |
| Aspek | PCA | EFA |
|---|---|---|
| Faktor/komponen | Default orthogonal; rotasi oblique jarang digunakan | Boleh berkorelasi (rotasi oblique) |
| Kapan digunakan | Tidak ada teori konstruk laten; tujuannya kompresi/menyederhanakan struktur dataset | Ada teori tentang faktor laten; tujuannya mengeksplorasi model pengukuran |
Catatan
Jika communalities tinggi (> 0.60) dan struktur komponen/faktor jelas, hasil PCA dan EFA sering hampir identik. Perbedaan baru muncul ketika communalities rendah atau struktur faktor cenderung kompleks (e.g., ada cross-loading, dsb.).
Communalities (h²): proporsi varians item yang dijelaskan oleh semua faktor laten yang teridentifikasi
Uniqueness (u²): 1 − h² = varians yang tidak dijelaskan oleh faktor manapun (varians spesifik i.e., unique variance + error)
| h² | Interpretasi |
|---|---|
| > 0.50 | Baik |
| 0.30–0.50 | Cukup, tetapi perlu evaluasi |
| < 0.30 | Bermasalah, cek wordingnya dan pertimbangkan menghapus item |
Peringatan
Item dengan h² rendah mengukur faktor laten yang unik (yang tidak dipertimbangkan dalam model EFA) apabila dibandingkan dengan item lain.
Evaluasi ulang redaksi (wording) item tersebut sebelum memutuskan untuk menghapus item.
Kaiser criterion (λ > 1) — mudah, tapi cenderung over-extract. Gunakan sebagai screening awal saja.
Scree plot — visual dan intuitif, tapi subjektif. Dua peneliti bisa membaca scree plot yang sama secara berbeda.
Parallel analysis direkomendasikan
Teori — berapa faktor laten yang disebutkan di literatur?
Praktik terbaik
Gunakan kombinasi parallel analysis + scree plot + teori sebagai dasar keputusan. Di jamovi, parallel analysis tersedia langsung di menu EFA.
Konstruk laten hampir selalu saling berkorelasi
Konstruk psikologi hampir selalu berkorelasi. Gunakan rotasi oblique sebagai opsi default. Jika korelasi antar faktor sangat rendah (< 0.15), rotasi orthogonal bisa dipertimbangkan.
jamovi| Metode | Asumsi | Kapan digunakan |
|---|---|---|
| Minimum Residual (MinRes) | Tidak perlu memenuhi asumsi normalitas | Default yang aman untuk data skala psikologi; meminimalkan residual korelasi |
| Principal Axis Factoring (PAF) | Tidak diperlukan normalitas | Data tidak normal; sampel moderat |
| Maximum Likelihood (ML) | Normalitas multivariat | Data mendekati normal; ingin fit indices formal (RMSEA, CFI) |
Note
Untuk skala Likert yang tidak terlalu juling, MinRes sudah cukup baik. Gunakan ML jika ingin melaporkan fit indices secara formal dalam artikel.
| KMO | Interpretasi |
|---|---|
| > 0.90 | Marvelous |
| 0.80–0.90 | Meritorious |
| 0.70–0.80 | Middling |
| 0.60–0.70 | Mediocre |
| 0.50–0.60 | Miserable |
| < 0.50 | Tidak layak — jangan lanjutkan EFA |
| N | Keterangan |
|---|---|
| < 100 | Tidak memadai — hindari |
| 100–200 | Minimal, hanya jika loadings tinggi (> 0.70) |
| 200–300 | Cukup |
| 300–500 | Baik |
| > 500 | Sangat baik |
Catatan
Ambang batas RMSEA < .06 (Hu & Bentler, 1999) sering dikutip, tapi berasal dari kondisi simulasi yang spesifik. Untuk model dengan banyak indikator atau sampel besar, RMSEA < .08 sudah dapat diterima, jangan terlalu kaku mematok cutoff pada angka .06.
Cronbach’s α
McDonald’s ω (Omega)
Laporkan α dan ω
Jika ω > α secara substansial, berarti asumsi tau-equivalence tidak terpenuhi. Keduanya tersedia di jamovi.
☐ Deskripsi sampel — N, karakteristik, cara pengumpulan data
☐ Prosedur analisis — software, metode ekstraksi, kriteria jumlah faktor, jenis rotasi
☐ Kelayakan analisis — nilai KMO, hasil Bartlett’s test (χ², df, p)
☐ Hasil ekstraksi — jumlah faktor yang dipertahankan, eigenvalue, % varians tiap faktor dan total
☐ Pattern matrix setelah rotasi, lengkap dengan komunalitas (h²)
☐ Korelasi antar faktor — jika menggunakan rotasi oblique
☐ Reliabilitas — Cronbach’s α dan/atau McDonald’s ω per faktor
☐ Fit indices — RMSEA + 90% CI, CFI, TLI (jika menggunakan ML)
Hanya mengandalkan Kaiser criterion menghasilkan terlalu banyak faktor. Selalu gunakan parallel analysis.
Menggunakan PCA untuk pengembangan skala PCA bukan model pengukuran. Gunakan EFA.
Rotasi orthogonal tanpa justifikasi yang jelas konstruk psikologi hampir selalu berkorelasi. Gunakan oblique sebagai default.
Mengabaikan cross-loadings item dengan cross-loading > 0.30 menandakan batas konstruk yang tidak jelas — jangan diabaikan.
Melaporkan hanya item yang “berhasil dipertahankan” laporkan semua item, termasuk yang dihapus beserta alasannya.
Tidak melakukan validasi dengan CFA di sampel independen EFA hanya eksplorasi. Validasi strukturnya dengan CFA di sampel yang berbeda.
jamoviDataset yang kita gunakan: Dataset Contoh EFA (dataset-burnout.omv)
Konteks penelitian: Data simulasi yang merepresentasikan burnout akademik mahasiswa pascasarjana
Pertanyaan penelitian: berapa dimensi laten yang mendasari item-item dalam skala burnout ini?
Variabel demografis:
usia: 20–35 tahunjenis_kelamin: 0 = Perempuan, 1 = Laki-lakisemester: semester aktif (1–4)ipk: Indeks Prestasi Kumulatif (2.00–4.00)ab_ee_1 s.d. ab_ee_5: Emotional Exhaustion — merasa lelah, terkuras, kehabisan energi karena tuntutan akademikab_cy_1 s.d. ab_cy_5: Cynicism — sikap mengambil jarak, tidak peduli, pesimis terhadap studiab_ef_1 s.d. ab_ef_5: Academic Efficacy — keyakinan pada kemampuan akademik diri sendiri (skor tinggi = efikasi tinggi)jamoviMengeksekusi EFA:
Output yang harus dicek:
☑ Factor loadings (sembunyikan |λ| < 0.30)
☑ Scree plot + parallel analysis plot
☑ Komunalitas (h²)
☑ KMO & Bartlett’s test
☑ Reliabilitas (α & ω)
Urutan membaca output
Asumsi (KMO & Bartlett’s) jumlah faktor (parallel analysis + scree) pattern matrix (loading & cross-loading) komunalitas reliabilitas
Note