Menulis Item Tes Prestasi dan Potensi

Penyusunan Tes Kognitif

2026-08-25

Outline

  • Anatomi item pilihan ganda
  • Menulis stem
  • Menulis pilihan jawaban
  • Menulis item tes prestasi vs. tes potensi
  • Contoh item tes potensi berdasarkan narrow ability
  • Contoh item tes prestasi dari TIK
  • Aktivitas: menemukan kesalahan pada item

Kaitan hari ini dengan Tugas 2

Apa yang akan Anda kumpulkan minggu ini

  • Tugas 2 dikerjakan individu: menulis 20 butir — 2 butir untuk tiap indikator tes prestasi (5 indikator) dan 2 butir untuk tiap indikator tes potensi (5 indikator).
  • Setiap butir mengacu pada blueprint yang sudah Anda susun sendiri (Pertemuan 2 dan 4).
  • Materi hari ini adalah panduan praktis untuk tahap penulisan item, yang merupakan Tahap 5 dari sebelas tahap di Pertemuan 2.

Anatomi item pilihan ganda

Bagian-bagian sebuah item

  • Stem — bagian yang memuat pertanyaan atau pernyataan inti.
  • Options — pilihan jawaban yang disediakan, terdiri atas:
    • Key — jawaban yang benar.
    • Distractors — pilihan yang salah, tetapi dirancang tetap masuk akal.

Mengapa bagian ini perlu dipisahkan dengan jelas

Catatan

Stem dan options punya fungsi berbeda: stem menyampaikan satu ide inti yang jelas, sementara options menyediakan alternatif jawaban yang setara secara bentuk. Item yang baik tidak mencampur keduanya — misalnya menaruh sebagian informasi penting hanya di salah satu option.

Prinsip dasar

  • Sampaikan ide inti secara jelas dan ringkas di stem — jangan disimpan di options.
  • Gunakan kalimat positif; sebaiknya hindari bentuk negatif seperti “KECUALI” atau “BUKAN”, yang mudah terlewat dibaca dan meningkatkan risiko salah paham.
    • Sehingga apabila partisipan salah menjawab, Anda akan kesulitan membedakan apakah memang partisipan tidak mampu menjawab atau tidak paham instruksi soal.
  • Batasi setiap item pada satu jenis konten dan satu tingkat proses kognitif saja (Pertemuan 3).
  • Sesuaikan kompleksitas bahasa dengan kelompok yang akan mengerjakan tes; hindari kalimat yang panjang tanpa alasan.

Prinsip untuk key dan distractors

  • Pastikan hanya ada satu jawaban yang benar tanpa ambiguitas.
  • Buat distractors yang masuk akal. Idealnya berdasarkan kesalahan berpikir yang umum terjadi pada topik tersebut, bukan pilihan yang jelas-jelas salah.
  • Samakan panjang dan struktur tata bahasa semua pilihan; pilihan yang jelas lebih panjang atau lebih detail sering menjadi petunjuk jawaban benar.
  • Hindari kata mutlak seperti “selalu” atau “tidak pernah” pada distractor, karena cenderung mudah ditebak sebagai jawaban salah.

Prinsip lanjutan

  • Hindari pilihan seperti “semua benar” atau “semua salah”. Pilihan ini sering bisa dijawab tanpa benar-benar memahami opsi lain.
  • Acak posisi jawaban benar antar-item; jangan menaruhnya selalu di posisi yang sama.
  • Urutkan pilihan secara logis, misalnya menurut abjad atau nilai numerik, bila memungkinkan.

Sumber isi yang berbeda

  • Item tes prestasi diturunkan dari TIK yang sudah dirumuskan (Pertemuan 4). Isinya terikat pada materi atau kurikulum yang diajarkan.
  • Item tes potensi diturunkan dari definisi konstrak kemampuan yang lebih umum (Pertemuan 5 dan 6). Isinya sengaja dibuat tidak terikat pada satu bidang materi tertentu, agar yang diukur adalah proses bernalarnya, bukan pengetahuan spesifiknya.

Konsekuensi praktis

Saat menulis item tes prestasi, Anda mulai dari TIK. Saat menulis item tes potensi, Anda mulai dari narrow ability yang ingin diukur — misalnya induction atau quantitative reasoning dari broad ability Gf yang dibahas di Pertemuan 6.

Contoh item tes potensi

Berdasarkan narrow ability dari Gf

Tiga narrow ability yang umum diukur pada tes potensi (Pertemuan 6):

  • Induction — menemukan aturan yang mendasari suatu pola.
  • General sequential reasoning — menarik kesimpulan logis dari premis yang diberikan.
  • Quantitative reasoning — bernalar menggunakan hubungan dan operasi bilangan.

Contoh: induction

“SEPATU : KAKI, sebagaimana … : …”

  1. Anting : Telinga B) Jari : Cincin C) Kepala : Topi D) Kuas : Cat

Kunci

A — hubungan bagian tubuh dengan benda yang dikenakan/dipakai di sana, sama seperti sepatu di kaki.

Contoh: general sequential reasoning

“Semua bunga memiliki putik. Semua melati termasuk bunga.”

  1. Semua melati memiliki putik B) Sebagian melati tidak memiliki putik C) Sebagian bunga bukan melati D) Semua bunga adalah melati

Kunci

A — kesimpulan logis langsung dari dua premis (silogisme kategorikal).

Contoh: quantitative reasoning

“3, 6, 12, 24, …”

  1. 30 B) 36 C) 48 D) 60

Kunci

C (48) — pola: tiap suku dikalikan 2.

Contoh item tes prestasi

Diturunkan dari TIK

Menggunakan TIK dari Pertemuan 4: “Mahasiswa dapat memasangkan setiap prinsip penyusunan tes prestasi dengan contohnya.”

Contoh item

“Prinsip ‘mengukur sampel materi yang representatif’ pada tes prestasi paling sesuai dicontohkan oleh:”

  1. Ujian akhir semester yang hanya berisi soal dari satu pertemuan terakhir

  2. Ujian akhir semester yang soalnya tersebar merata dari seluruh pertemuan

  3. Ujian akhir semester yang tingkat kesulitannya seragam

  4. Ujian akhir semester yang jumlah soalnya banyak

Aktivitas: menemukan kesalahan pada item

Item berikut punya beberapa masalah. Diskusikan dengan teman sebangku Anda, apa saja yang perlu diperbaiki?

Item yang perlu ditelaah

“Manakah pernyataan berikut yang BUKAN merupakan ciri tes potensi?”

  1. Selalu mengukur kemampuan bawaan sejak lahir yang tidak mungkin berubah sama sekali sepanjang hidup seseorang

  2. Bersifat prediktif terhadap performa mendatang

  3. Tidak terikat pada satu bidang materi tertentu

  4. Semua jawaban di atas benar

  • Stem memakai kata negatif (“BUKAN”) yang seharusnya dihindari.
  • Opsi A memakai kata mutlak (“selalu”, “tidak mungkin”, “sama sekali”) yang menjadi petunjuk bahwa opsi ini salah.
  • Opsi D (“semua jawaban di atas benar”) sebaiknya dihindari sesuai prinsip yang dibahas hari ini.

Ringkasan

  1. Item pilihan ganda terdiri atas stem, key, dan distractors — masing-masing punya fungsi dan prinsip penulisan tersendiri.
  2. Stem ditulis jelas, ringkas, dan positif; ide inti ada di stem, bukan di options.
  3. Options dibuat setara panjang dan strukturnya, dengan distractors yang masuk akal, tanpa kata mutlak atau opsi “semua benar/semua salah”.
  4. Item tes prestasi diturunkan dari TIK; item tes potensi diturunkan dari narrow ability yang ingin diukur.
  5. Prinsip-prinsip ini langsung relevan untuk Tugas 2 yang dikumpulkan minggu ini.

Untuk Pertemuan 8

Selanjutnya: UTS

Pertemuan 8 adalah Ujian Tengah Semester, mencakup materi Pertemuan 1–7: jenis tes kognitif, tahapan penyusunan tes, taksonomi dan tujuan instruksional, tes prestasi, tes potensi, tes inteligensi, dan prinsip penulisan item.

Ada pertanyaan❓

Catatan

Rujukan

Azwar, S. (1987). Tes prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Liberty.

Haladyna, T. M., Downing, S. M., & Rodriguez, M. C. (2002). A review of multiple-choice item-writing guidelines for classroom assessment. Applied Measurement in Education, 15(3), 309–334.

Lane, S., Raymond, M. R., & Haladyna, T. M. (Eds.). (2016). Handbook of test development (2nd ed.). Routledge.

Osterlind, S. J. (2002). Constructing test items: Multiple-choice, constructed-response, performance, and other formats (2nd ed.). Kluwer Academic Publishers.

Schneider, W. J., & McGrew, K. S. (2018). The Cattell–Horn–Carroll theory of cognitive abilities. In D. P. Flanagan & E. M. McDonough (Eds.), Contemporary intellectual assessment: Theories, tests, and issues (4th ed., pp. 73–163). Guilford Press.